JAKARTA - Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguezmenegaskannegaranya tidak akan pernah menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
"Hal itu sama sekali tidak mungkin dan tidak akan terjadi, karena rakyat Venezuela memiliki kecintaan terhadap proses kemerdekaan kami. Kami akan terus mempertahankan integritas, kedaulatan, dan kemerdekaan," kata Rodriguez kepada wartawan usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda dilansir ANTARA dari Sputnik, Selasa, 12 Mei.
Pernyataan itu muncul setelah Fox News melaporkan wawancara telepon dengan Presiden AS Donald Trump, yang disebut sedangmempertimbangkan untuk menjadikan Venezuela bagian dari Amerika Serikat.
"Presiden Trump tahu kami sedang menjalankan agenda kerja sama diplomatik dan itulah jalur yang kami tempuh," sambung Rodriguez.
BACA JUGA:
Trump sebelumnya sempat berkelakar soal menjadikan Venezuela sebagai negara bagian AS ketika memberi selamat kepada tim nasional bisbol Venezuela atas kemenangan melawan Italia di semifinal World Baseball Classic pada Maret lalu.
Trump mengaitkan kemenangan itu dengan kerja sama antaraCaracas dan Washington.
Hubungan diplomatik AS-Venezuela mulai dipulihkan setelah serangan udara Washington ke Caracas pada Januari untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, CiliaFlores.Trump juga menyatakan niatnya untuk mengambil alih minyak Venezuela.