Bagikan:

JAKARTA - Venezuela melepaskan sejumlah besar tahanan politik (tapol), termasuk sejumlah warga negara asing (WNA), sebagai konsesi nyata kepada Amerika Serikat (AS) setelah agresi dan penculikan Presiden Nicolas Maduro.

Mengutip AFP, pembebasan ini menjadi yang pertama sejak mantan Wakil Presiden (Wapres) Delcy Rodriguez diangkat jadi Presiden sementara Venezuela dengan dukungan Presiden AS Donald Trump.

Pengumuman sejumlah tapol di Venezuela dibebaskan pada Kamis 8 Januari disampaikan saudara laki-laki Rodriguez sekaligus Ketua Parlemen Venezuela Jorge Rodriguez.

Jorge diketahui merupakan tokoh kunci dalam “Chavismo,” gerakan sosialis anti-AS yang didirikan oleh pendahulu Maduro, Hugo Chavez.

Ia mengatakan “sejumlah besar warga negara Venezuela dan asing” segera dibebaskan demi “koeksistensi damai.”

Ia tidak menyebutkan tahanan mana yang akan dibebaskan, berapa banyak, atau dari mana.

Menurut Kementerian Luar Negeri Spanyol, aktivis Spanyol-Venezuela terkenal, Rocio San Miguel, yang dipenjara sejak Februari 2024 atas dugaan rencana pembunuhan Maduro, termasuk di antara lima warga negara Spanyol yang dibebaskan.'

Seiring tindakan ini, keamanan ditingkatkan pada Kamis 8 Januari sore di luar pusat penahanan El Helicoide yang terkenal di Caracas, yang digunakan oleh dinas intelijen untuk memenjarakan tapol dan tahanan lainnya.

Trump diketahui membiarkan Rodriguez menjadi presiden sementara selama AS mendapat akses minyak di Venezuela.

Gedung Putih kemudian memuji Trump karena mengamankan kebebasan para tapol.

“Ini adalah salah satu contoh bagaimana presiden menggunakan pengaruh maksimal untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat Amerika dan Venezuela,” kata Wakil Sekretaris Pers AS, Anna Kelly dalam sebuah pernyataan.