Bagikan:

YOGYAKARTA – Sosok Delcy Rodriguez sedang menjadi sorotan publik. Ia ditunjuk sebagai presiden sementara (ad interim) Venezuela setelah pemimpin negara itu, Nicolas Maduro ditangkap serdadu Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer yang dilancarkan pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari. Setelah penangkapan itu, Maduro ditahan di Broklyn, New York, AS dengan tuduhan keterlibatan dalam kartel narkoba.

Rodriguez yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela, mulai menjalankan perannya sebagai pemimpin sementara Venezuela pada Sabtu sore.

Peralihan peran ini sejalan dengan ketentuan dalam konstitusi Venezuela, terutama dalam Pasal 233 dan 234, yang mengatur bahwa wakil presiden mengambil alih tugas presiden apabila terjadi ketidakhadiran kepala negara, baik yang bersifat sementara maupun permanen.

Usai ditetapkan sebagai presiden interim, Rodriguez langsung mengecam tindakan Amerika Serikat yang menangkap Maduro.

“Apa yang dilakukan terhadap Venezuela adalah kekejaman yang melanggar hukum internasional. Sejarah dan keadilan akan membuat para ekstremis yang mempromosikan agresi bersenjata ini membayar perbuatannya,” ucap Rodriguez dalam pidato pertamanya, disadur dari laman The Guardian, Senin, 5 Januari 2026.

Sosok Delcy Rodriguez

Sosok Delcy Rodriguez dikenal dengan retorika anti-imperialisnya hingga Maduro menjulukinya sebagai “harimau betina”. Ia lahir di Caracas, Venezuela pada 18 Mei 2969.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Delcy Rodriguez merupakan putri Jorge Antonio Rodriguez, seorang pejuang sayap kiri sekaligus pendiri Partai Liga Sosialis pada 1970-an.

Masa kecil Delcy Rodriguez diwarnai tragedi. Ayahnya meninggal dunia pada akhir 1976 setelah mengalami penyiksaan saat berada dalam tahanan kepolisian. Peristiwa ini mencerminkan kondisi politik Venezuela pada masa itu, di mana banyak aktivis mengalami represi, termasuk Nicolas Maduro di masa mudanya.

Setelah dewasa, Delcy Rodriguez menempuh pendidikan tinggi di Central University of Venezuela. Ia meraih gelar sarjana hukum dan memulai karier profesional sebagai pengacara sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.

Karier politik Delcy Rodriguez melejit dalam dua dekade terakhir. Pada 2013–2014, ia ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela pada periode 2014–2017.

Pada 2017, Delcy dipercaya memimpin Majelis Konstituen pro-pemerintah, sebuah lembaga penting dalam dinamika politik nasional. Selain itu, ia juga mengemban jabatan strategis sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Perminyakan, yang dijalankan bersamaan dengan posisinya sebagai Wakil Presiden Venezuela.

Dalam perannya tersebut, Delcy Rodriguez menjadi tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi nasional, terutama di tengah melemahnya sektor swasta dan tekanan ekonomi global.

Delcy Rodriguez dikenal menerapkan kebijakan ekonomi ortodoks untuk menekan laju hiperinflasi. Ia juga mendapat mandat langsung dari Presiden Nicolas Maduro untuk menghadapi dampak sanksi Amerika Serikat yang menekan industri vital Venezuela.

Atas loyalitas dan sikapnya yang tegas membela pemerintahan sosialis, Maduro menjuluki Delcy Rodriguez sebagai “harimau”.

Saat melantiknya sebagai wakil presiden pada Juni 2018, Maduro menyebutnya sebagai perempuan pemberani, berpengalaman, putri seorang martir, dan revolusioner yang teruji dalam berbagai perjuangan.

Demikian informasi tentang sosok Delcy Rodriguez. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+