Bagikan:

JAKARTA - Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Venezuela, Delcy Rodriguez, secara resmi dilantik pada Hari Senin sebagai presiden sementara, saat Presiden Nicolas Maduro yang digulingkan oleh Amerika Serikat muncul di pengadilan New York atas tuduhan narkoba, setelah Pemerintahan Donald Trump menggulingkannya dari kekuasaan lewat operasi militer akhir pekan lalu.

Rodriguez, seorang pengacara buruh berusia 56 tahun yang dikenal karena hubungan dekatnya dengan sektor swasta dan kesetiaannya kepada partai yang berkuasa, dilantik oleh saudara laki-lakinya, Jorge, yang merupakan kepala badan legislatif majelis nasional, melansir Al Arabiya dari Reuters (6/1).

Juga dilantik pada hari Senin adalah 283 anggota parlemen yang terpilih pada Mei lalu. Satu-satunya anggota parlemen yang tidak hadir adalah Ibu Negara Cilia Flores, yang berada dalam tahanan AS.

Di Venezuela, perintah darurat yang diterbitkan Hari Senin memerintahkan polisi untuk mencari dan menangkap siapa pun yang mendukung serangan AS pada Hari Sabtu.

Setelah awalnya mengecam penangkapan Maduro sebagai perebutan minyak kolonial dan "penculikan", Delcy Rodriguez melunakkan pendiriannya dengan mengatakan menjalin hubungan yang saling menghormati dengan Washington adalah prioritas.

"Kami mengundang pemerintah AS untuk bekerja sama dalam agenda kerja sama," kata Rodriguez.

"Presiden Donald Trump, rakyat kami, dan kawasan kami layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang," tandasnya.

Presiden Trump sebelumnya telah mengancam akan melakukan serangan lain jika Venezuela tidak bekerja sama dalam membuka industri minyaknya dan menghentikan peredaran narkoba.

Bagaimana AS akan bekerja sama dengan pemerintahan pasca-Maduro, yang penuh dengan musuh ideologis, masih belum jelas. Trump tampaknya untuk sementara telah mengesampingkan oposisi Venezuela.

Rodriguez, putri seorang gerilyawan sayap kiri yang dipuji sebagai "harimau betina" oleh Maduro, juga dikenal sebagai seorang pragmatis dengan koneksi yang baik di sektor swasta dan keyakinan pada ortodoksi ekonomi.