Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengatakan perang Iran berpotensi tinggi mengubah kebiasaan lama warganya dalam berbelanja maupun berlibur.

Hal itu dikatakan Starmer menjawab pertanyaan tentang korelasi memanasnya konflik regional Timur Tengah akibat serangan AS-Israel dengan masa liburan musim panas warga Inggris mendatang.

“Kita akan lihat berapa lama konflik ini berlangsung," katanya dalam sesi wawancara dalam acara The Cathy Newman Show di televisi Sky News, dikutip dari The Telegraph, Selasa 28 April.

Menurut Starmer, perang AS-Israel terhadap Iran jika berkelanjutan dapat memengaruhi apa yang dibeli warga Inggris di supermarket dan ke mana mereka akan berlibur.

Namun, Starmer mengimbau kepada masyarakat Inggris untuk tidak panik dalam menyikapi dampak serangan AS-Israel ke Iran. Ia menjamin Pemerintah Inggris mengatasi potensi-potensi yang ada terkait bahan bakar dan makanan.

"Saya dapat melihat bahwa, jika dampaknya lebih besar, orang mungkin akan mengubah kebiasaan mereka… ke mana mereka berlibur tahun ini, apa yang mereka beli di supermarket, dan hal-hal semacam itu," ujar Starmer.