Bagikan:

JAKARTA - Hizbullah memastikan akan terus melawan dan menanggapi agresi Israel ke Lebanon.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Naim Qassem menekankan pihaknya menutup negosiasi langsung dengan Israel.

"Kami tidak akan menyerahkan senjata, dan pertahanan serta medan perang telah membuktikan kesiapan kami untuk konfrontasi," kata Qassem pada Senin 27 April, dikutip dari Al Jazeera.

Qassem menambahkan upaya-upaya pendekatan Pemerintah Lebanon dipimpin Presiden Joseph Aoun terkait keamanan dan keselamatan warganya sangat rentan dan mudah dilanggar oleh Israel meski telah terjadi kesepakatan.

"Pihak berwenang [Pemerintah Lebanon] terburu-buru membuat konsesi yang tidak perlu dan tidak beralasan, dan kami secara kategoris menolak negosiasi langsung [dengan Israel]. Pihak berwenang harus menghentikan negosiasi langsung dan menempuh jalur negosiasi tidak langsung," tambah Qassem.

Israel dengan Pemerintah Lebanon telah sepakat gencatan senjata selama 10 hari pertama kali diumumkan pada 16 April. Namun, Israel terus-terusan melanggarnya dengan melakukan serangan ke Lebanon.

Akibat serangan pasukan Israel di Lebanon selama gencatan senjata, sejumlah warga sipil kembali menjadi korban jiwa.

Pada hari ini saja, Senin 27 April, BBC melaporkan, serangan Israel ke Kota Arnoun, Lebanon, membunuh 14 warga sipil, 2 di antaranya anak-anak dan 2 lainnya perempuan. Sementara 37 warga Lebanon lainnya mengalami luka-luka.