Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Hizbullah menganjurkan Pemerintah Lebanon dipimpin Presiden Joseph Aoun menggelar dialog internal daripada mengejar kesepakatan dengan Israel.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Naim Qassem mengatakan Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata baik dengan Pemerintah Lebanon atau terdahulu, dengan kelompoknya.

Di satu sisi, Israel didukung Amerika Serikat (AS) terus berusaha memperluas pendudukan di Lebanon selatan. Ia menambahkan, upaya-upaya untuk memberantas Hizbullah yang menentang keras agresi Israael di Lebanon juga telah gagal.

“Musuh telah mencapai jalan buntu, perlawanan ini terus-menerus, kuat, dan tidak dapat dikalahkan,” katanya pada Senin 27 April, dikutip dari Al Jazeera.

Qassem kemudian menekankan Hizbullah menolak sejak pertama kali Pemerintah Lebanon mengedepankan langkah diplomasi dengan Israel berujung kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari sejak 16 April tetapi nyatanya kembali dilanggar Israel.

“Pemerintah Lebanon bertanggung jawab untuk menghentikan negosiasi langsung dengan musuh Israel dan mengadopsi negosiasi tidak langsung, serta membatalkan keputusannya pada bulan Maret yang mengkriminalisasi perlawanan dan basis publiknya, yang lebih dari setengah rakyat Lebanon, sehingga dapat melakukan dialog internal yang mengutamakan kepentingan Lebanon di atas segalanya tanpa tunduk pada perintah Israel dan asing,” kata Qasim.