JAKARTA - Aksi penembakan menargetkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih telah menimbulkan kekhawatiran tentang peran AS sebagai tuan rumah dalam mengamankan Piala Dunia FIFA 2026.
Tersangka merupakan warga AS bersenjata senapan, pistol, dan beberapa pisau, berhasil menerobos masuk pos pemeriksaan Dinas Rahasia AS di hotel Washington Hilton tempat acara berlangsung pada Sabtu 25 April waktu setempat. Seorang petugas penegak hukum tertembak dalam peristiwa itu.
Peristiwa itu dipandang sebagai kelalaian pengamanan besar oleh penikmat dan penggemar sepak bola di seluruh dunia, yang jutaan di antaranya mendukung timnas mereka di turnamen Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan AS bersama dengan Kanada dan Meksiko pada 11-19 Juni mendatang.
AS akan menjadi tuan rumah 78 dari 104 pertandingan Piala Dunia 2026, yang diperkirakan akan menyedot 5-10 juta penggemar sepak bola dari seluruh dunia datang ke AS. Namun, banyak di antaranya telah menyatakan kekhawatiran akan keselamatan tim mereka, bahkan keselamatan mereka sendiri, setelah aksi penembakan terhadap Trump.
“Layanan keamanan mereka [Dinas Rahasia AS] sendiri membiarkan satu orang dengan senapan masuk ke gedung paling aman di dunia, dan meleset setiap tembakan ke arahnya. Bagaimana para pemain akan aman?” tulis seorang penggemar sepak bola dalam unggahannya lewat akun media sosial X.

Yang lain mempertanyakan bagaimana para penggemar dan wisatawan aman selama turnamen bergengsi sepak bola dunia itu jika presiden negara tuan rumah telah menjadi sasaran serangan.
Ini bukan pertama kalinya Trump menjadi sasaran upaya pembunuhan. Trump sempat luka ringan di kuping setelah aksi penembakan seorang pria saat kampanye miliarder properti itu di Pennsylvania pada Juli 2024.
Di tahun yang sama, terjadi upaya pembunuhan terhadap Trump yang sedang bermain golf di Florida. Tersangkanya telah divonis bersalah pada September 2025.
Namun, pengamat keamanan Massimiliano Montanari yakin penembakan terhadap Trump di ibu kota AS tidak akan memengaruhi keamanan laga-laga Piala Dunia 2026 di AS.
“Tidak dapat disangkal bahwa penembakan ini menimbulkan kekhawatiran tambahan, tetapi dengan atau tanpa penembakan ini, Dinas Rahasia AS tetap memberikan perhatian tingkat tertinggi pada presiden,” kata Montanari kepada Al Jazeera.

Terlepas dari pengamanan presiden AS era Trump yang beberapa kali kebobolan upaya perencanaan pembunuhan, Montanari memandang pengalaman keamanan dan kontra-terorisme AS dapat diandalkan dalam menyusun semua langkah yang diperlukan dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
“Dunia sedang berada dalam momen tekanan yang sangat besar; beberapa gejolak internasional terjadi saat ini, dan penembakan tersebut tidak akan mengubah persepsi penggemar yang datang ke AS,” tambahnya.
Selain upaya-upaya pembunuhan terhadap Trump saat menjabat presiden, aksi penembakan massal menjadi kejadian umum di AS.
Menurut kelompok penelitian nirlaba Gun Violence Archive, sejauh ini selama tahun 2026, AS telah menghadapi lebih dari 126 insiden aksi penembakan yang mengakibatkan lebih dari 3.100 kematian dan 5.300 luka-luka.
Beberapa kritikus juga bertanya-tanya tentang kemungkinan kehadiran Trump di pertandingan Piala Dunia 2026 di AS akan membahayakan penggemar sepak bola dan berdampak negatif pada pengalaman mereka di turnamen tersebut.