JAKARTA - Menteri Olahraga dan Pemuda Iran mengatakan tidak mungkin bagi Tim Nasional (Timnas) Iran untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 setelah Amerika Serikat (AS) membunuh pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam perang yang sedang berlangsung.
Iran diharapkan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di seluruh Amerika Utara pada Juni 2026, tetapi Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, mengatakan kepada televisi Pemerintah bahwa para pemain Timnas Iran tidak aman di AS.
"Karena tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami hanya dalam delapan atau sembilan bulan serta telah membunuh dan mengorbankan ribuan rakyat kami. Jelas tidak mungkin bagi kami untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026," kata Donyamali.
Iran dijadwalkan bermain di Inglewood, California, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni 2026 sebelum menyelesaikan pertandingan grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026.
BACA JUGA:
Namun, partisipasi mereka diragukan setelah AS dan Israel mulai melancarkan serangan udara pada 28 Februari 2026.
Padahal, sebelum Iran memutuskan mundur, Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengunggah di media sosial bahwa Presiden AS Donald Trump telah meyakinkannya bahwa Iran akan disambut untuk berkompetisi.
Pernyataan itu kontras dengan sikap Trump awal bulan ini bahwa dia benar-benar tidak peduli jika Iran bermain di Piala Dunia 2026, tetapi Infantino bersikeras Trump mendukung keterlibatan tim tersebut setelah pertemuan dengan Presiden AS itu.
"Malam ini, saya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk membahas status persiapan Piala Dunia 2026, dan antusiasme yang meningkat karena kita akan memulai dalam waktu 93 hari."
"Kami juga berbicara tentang situasi terkini di Iran dan fakta bahwa Timnas Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026."
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Timnas Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat."
"Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya. Saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya karena ini sekali lagi menunjukkan bahwa sepak bola menyatukan Dunia," tulis Infantino.
Seorang pejabat Gedung Putih, yang meminta anonimitas untuk membahas percakapan pribadi, mengonfirmasi pesan Trump kepada Infantino tentang partisipasi Iran, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.
Namun, para pejabat Iran telah mulai menyatakan keraguan tentang apakah tim mereka harus pergi ke Piala Dunia 2026 atau tidak.
"Yang pasti bahwa setelah serangan ini, kami tidak dapat diharapkan untuk menantikan Piala Dunia 2026 dengan penuh harapan," kata Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, yang juga Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada pekan lalu.
Aturan FIFA tentang apa yang akan terjadi jika Iran menarik diri masih samar, tetapi ada kemungkinan bahwa salah satu Irak atau UEA (Uni Emirat Arab) mungkin akan menggantikan posisi mereka di Grup G.
Sementara itu, enam anggota delegasi Iran telah diberikan visa kemanusiaan setelah tim tersebut tersingkir dari turnamen Piala Asia Wanita 2026 (AFC Women's Championship) di Australia.
Lima pemain awalnya meminta suaka dan Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengonfirmasi bahwa satu pemain lagi dan satu anggota staf pendukung tim juga telah menyatakan keinginan mereka untuk tetap tinggal di Negeri Kanguru.
Hanya saja, Burke mengatakan salah satu dari dua orang tersebut kemudian berubah pikiran dan memutuskan untuk kembali ke Iran.
Ada kekhawatiran tentang keselamatan tim tersebut setelah kembali ke Iran karena para pemain memilih untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama mereka di Piala Asia Wanita 2026 melawan Korea Selatan.
Hal itu menuai kritik dari pendukung rezim Iran. Setelah itu, Timnas Wanita Iran menyanyikan lagu kebangsaan dan memberi hormat pada pertandingan grup kedua dan ketiga mereka.
Trump telah meminta Australia untuk memberikan suaka kepada seluruh pemain Timnas Wanita Iran dan mengatakan AS akan melakukannya jika Australia tidak melakukannya.