JAKARTA - Kedutaan Besar Iran di Meksiko pada Selasa, 17 Maret 2026, mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan Iran di Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat (AS) ke Meksiko.
Permintaan itu tak lepas dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang tidak menganjurkan Iran untuk menghadiri turnamen tersebut dengan alasan kekhawatiran keamanan.
Sebelumnya, belum jelas apakah pembicaraan tersebut sedang berlangsung sampai FIFA mengatakan bahwa perubahan yang belum pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia tersebut tidak direncanakan dalam jadwal pertandingan yang disepakati tiga bulan lalu.
Para pejabat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sebelumnya mengatakan bahwa terserah FIFA dan AS untuk menjaga keamanan tim selama Piala Dunia 2026.
BACA JUGA:
Kedutaan Besar Iran mengunggah pernyataan yang dikaitkan dengan Presiden FFIRI, Mehdi Taj, yang mengatakan bahwa Iran ingin memindahkan pertandingan babak penyisihan grupnya ke Meksiko untuk memastikan keamanan para pemain dan ofisial.
"Ketika Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat menjamin keamanan Tim Nasional (Timnas) Iran, kami tentu tidak akan pergi ke Amerika."
"Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk mengadakan pertandingan Iran pada Piala Dunia 2026 di Meksiko," bunyi pernyataan itu.
Dalam sebuah pernyataan, FIFA mengatakan bahwa mereka secara teratur berhubungan dengan semua asosiasi anggota yang berpartisipasi, termasuk Iran, untuk membahas perencanaan Piala Dunia 2026.
FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi dapat berkompetisi sesuai jadwal pertandingan yang diumumkan pada 6 Desember 2025.
Piala Dunia 2026 diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iran dijadwalkan bermain melawan Selandia Baru pada 16 Juni 2026 dan Belgia pada 21 Juni 2026 di Inglewood, California, sebelum menyelesaikan pertandingan grup di Seattle melawan Mesir pada 26 Juni 2026.
Mengubah jadwal pertandingan akan menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya kurang dari tiga bulan sebelum dimulainya Piala Dunia.
Trump mengatakan pekan lalu bahwa Iran diterima di Piala Dunia 2026 meskipun perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah, tetapi menambahkan bahwa pihaknya tidak percaya bahwa kehadiran Iran di sana pantas, demi keselamatan dan keamanan.
Sementara itu, ketika ditanya apakah Meksiko terbuka untuk menjadi tuan rumah pertandingan, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dalam konferensi pers menyanggupinya.
"Ya. Meksiko mempertahankan hubungan diplomatik dengan setiap negara di dunia. Karena itu, kami akan menunggu untuk melihat apa yang diputuskan FIFA," tutur Sheinbaum.
Iran telah mengirimkan sinyal yang beragam tentang partisipasinya dalam turnamen setelah AS dan Israel melancarkan serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan puluhan tokoh senior lainnya.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengatakan kepada televisi Pemerintah pekan lalu bahwa tidak mungkin untuk bermain karena tindakan jahat yang telah AS-Israel lakukan terhadap Iran.
Namun, setelah unggahan Trump, Timnas Iran mengatakan di Instagram bahwa tidak ada yang dapat mengecualikan mereka dari turnamen.
Seorang juru bicara Pemerintah di Teheran juga menekankan bahwa itu ialah tanggung jawab FIFA dan AS sebagai negara tuan rumah bersama untuk menjaga keselamatan dan keamanan para pemain.
"FIFA adalah penyelenggara Piala Dunia. Ketika peringatan dikeluarkan di tingkat tertinggi tentang lingkungan yang tidak aman bagi pemain sepak bola Iran, ini menunjukkan bahwa negara tuan rumah tampaknya kurang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyediakan keamanan bagi acara olahraga sepenting itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.
Sepak bola sangat digemari di Iran, negara dengan lebih dari 90 juta penduduk yang telah lolos ke tujuh Piala Dunia pria, termasuk empat edisi terakhir. Tim ini berada di peringkat ke-20 dunia dan hanya di belakang Jepang dari Asia.
FIFA sebelumnya telah berkomentar melalui unggahan Instagram dari Gianni Infantino pekan lalu bahwa ia telah menerima jaminan dari Trump bahwa Iran diterima di turnamen tersebut.