JAKARTA - Aston Villa mengakhiri puasa trofi di kompetisi Eropa selama 44 tahun setelah menghancurkan Freiburg 3-0 di pertandingan final Liga Europa di Stadion Besiktas Park, Istanbul, Kamis, 21 Mei 2026 dini hari WIB.
Villa pernah mencetak sukses dengan memenangi Piala Champions [kini Liga Champions] pada 1982. Saat itu, Villa yang berstatus nonunggulan membuat kejutan dengan menjungkalkan tim elite Bundesliga Jerman Bayern Munchen 1-0. Satu-satunya gol kemenangan Villa dicetak Peter Withe yang pernah menangani tim nasional Indonesia.
Withe melatih tim Merah Putih pada 2004 hingga 2007. Dirinya membawa Indonesia tampil di Piala Asia 2007 dan berlaga di final Piala AFF 2004. Dirinya juga mengantarkan Villa memenangi Piala Super Eropa setelah mengalahkan juara Piala Winners Barcelona 1-0 dan 3-0.
Setelah meraih sukses di Piala Champions dan Piala Super Eropa, Villa tak pernah lagi berjaya di Eropa. Dan, manajer Unai Emery yang mengakhiri puasa gelar Eropa setelah membawa The Villans menjadi juara Liga Eropa yang menariknya dengan mengalahkan tim Bundesliga, Freiburg.
Keberhasilan memenangi trofi kasta kedua Eropa itu kian mengukuhkan Emery sebagai spesialis Liga Europa. Dirinya sudah lima kali mengangkat trofi itu bersama Sevilla dan Villarreal. Kini, Emery membawa Villa berlaga di Liga Champions musim depan.
Status sebagai juara Liga Europa membawa Villa mendapat jatah di kompetisi kasta tertinggi Eropa dan kemudian tampil di UEFA Super Cup menghadapi juara Liga Champions, Paris Saint-Germain atau Arsenal.
“Saya memang sangat ambisius, tetapi saya juga butuh dukungan. Baik dari pemilik klub maupun siapa pun yang bekerja di klub tersebut. Dan yang paling penting adalah pengembangan yang harus terus dilakukan,” kata Emery seperti dikutip france24.
“Pemain sangat pendukung saya. Dan kami melakukannya secara bersama. Sebagai tim, kami memiliki ambisi dan terus berkembang. Namun untuk mencapai target, kami juga harus realistis dan jelas,” ujarnya.
“Dengan tim yang terus berkembang, kami makin kuat dan kami berusaha memenuhi target. Musim depan, kami bermain di Liga Champions. Kami juga menghadapi kompetisi Premier League Inggris yang paling sulit di antara liga lain. Ini jelas sebuah tantangan besar,” ucap Emery lagi.
BACA JUGA:
Di laga final, Villa menunjukkan dominasi atas Freiburg. Mereka langsung menekan pertahanan lawan. Hanya, Villa harus menunggu hingga menit 41 saat Youri Tielemans sukses membobol gawang Freiburg.
Unggul 1-0 menjadikan Villa kian agresif bermain menyerang. Upaya mereka pun kembali memberi hasil saat Emiliano Buendia memantapkan keunggulan Villa menjadi 2-0 pada injury time babak pertama.
Gol Buendia menjadikan pemain Villa kian percaya diri saat memasuki babak kedua. Sebaliknya, Freiburg sudah kesulitan mengimbangi permainan Villa.
Apalagi, Villa akhirnya bisa memperbesar keunggulan saat Morgan Rogers mencetak gol di menit 58. Gol yang mematikan Freiburg. Terbukti mereka sudah tidak memiliki daya untuk mengejar defisit gol.
Skor 3-0 untuk Villa bertahan hingga laga usai. Villa pun meraih trofi pertama sejak 1996 saat memenangi Piala Liga Inggris atau Carabao Cup.