JAKARTA - Hizbullah Lebanon mengatakan kelompoknya memiliki hak yang sah untuk melawan pendudukan (Israel). Hizbullah menegaskan akan mendukung tentara Lebanon.
Meskipun Lebanon terikat oleh gencatan senjata, Hizbullah tidak berkewajiban untuk terlibat dalam negosiasi politik dengan Israel.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan kelompok militan Hizbullah sedang berusaha untuk membangun kemmbali kekuatan persenjataannya. Netanyahu menegaskan hak Israel membela diri berdasarkan perjanjian gencatan senjata tahun lalu jika Lebanon gagal melucuti senjata kelompok tersebut.
Pada rapat kabinet, PM Netanyahu mengatakan Israel akan "bertindak seperlunya", jika Lebanon tidak mengambil langkah-langkah untuk mencegah wilayahnya menjadi front baru.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengatakan pemerintah Lebanon harus memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah dan mengusir kelompok tersebut dari Lebanon selatan.
BACA JUGA:
Ia mengatakan, upaya penegakan hukum yang maksimal akan terus berlanjut dan diintensifkan untuk melindungi penduduk Israel di utara.
Diketahui, Amerika Serikat menjadi perantara gencatan senjata pada November 2024 antara Lebanon dan Israel setelah lebih dari setahun konflik yang dipicu oleh perang di Gaza, tetapi serangan Israel di perbatasan terus berlanjut secara sporadis.
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Lebanon sepakat bahwa hanya pasukan keamanan negara yang boleh membawa senjata, yang berarti Hizbullah harus dilucuti sepenuhnya.