JAKARTA - Pemerintahan Israel mengungkapkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diam-diam menyambangi Uni Emirat Arab (UEA) saat perang 40 hari bersama Amerika Serikat (AS) melawan Iran.
Disebutkan juga bahwa dalam kunjungan selama 'Operation Roaring Lion (Operasi Singa Mengaum)' itu, Netanyahu bertemu langsung dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ).
"Di tengah-tengah Operasi Singa Mengaum, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara rahasia mengunjungi Uni Emirat Arab, di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed," demikian pernyataan Kantor PM Israel yang diunggah dalam akun X-nya, @IsraeliPM, Kamis 14 Mei.
Menurut pernyataan tersebut, pertemuan Netanyahu-MBZ selama perang menyerang Iran merupakan awal langkah baru dalam normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.
"Kunjungan ini telah mengarah pada terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab," demikian pernyataan.
BACA JUGA:
Sebelumnya, surat kabar Israel Hayom dikutip Al Jazeera melaporkan bahwa Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan UEA menerima bantuan Israel selama perang Iran.
Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengkonfirmasi pernyataan Waltz terkait hal itu. Ia menyebutkan, Israel selama perang melawan Iran membantu pertahanan UEA dengan mengirimkan pasukan dan baterai pertahanan rudal Iron Dome.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Uni Emirat Arab,” kata Huckabee dalam konferensi pers di Tel Aviv, Selasa 12 Mei.
“Lihat saja manfaatnya. Israel baru saja mengirimkan baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya,” sambungnya.