JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta memastikan akan segera memanggil jajaran direksi PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan dua armada bus di Koridor 13 pada Senin, 23 Februari pagi.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus evaluasi menyeluruh atas peristiwa tabrakan yang menyebabkan puluhan penumpang terluka.
"Ada 23 korban luka. Pasti kami panggil direksi untuk memperdalam," ujar Nova kepada wartawan, Rabu, 25 Februari.
Ia menegaskan, Komisi B tidak akan langsung menerima dugaan awal penyebab kecelakaan yang disebut akibat sopir mengantuk. DPRD ingin memastikan seluruh aspek teknis dan sistem pengawasan berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Nova, pihaknya akan meminta pembukaan rekaman CCTV serta membedah sistem kontrol operasional yang dimiliki Transjakarta.
"Kita mau membedah command center yang dipakai di Transjakarta," tandasnya.
Termasuk di dalamnya, kata dia, pembahasan mengenai command center dan early warning system yang sebelumnya sudah dipaparkan kepada Komisi B. DPRD ingin mengetahui apakah sistem tersebut berfungsi optimal saat insiden terjadi.
Nova menyebut, peristiwa adu banteng di Koridor 13 harus menjadi momentum monitoring dan evaluasi (monev) secara menyeluruh. Sebab, keselamatan penumpang merupakan aspek utama dalam layanan transportasi publik.
Diberitakan sebelumnya, dua bus TransJakarta terlibat kecelakaan adu banteng di Koridor 13 ruas Kebayoran-Cipulir pada Senin pagi sekitar pukul 07.15 WIB. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 23 penumpang mengalami luka-luka.
Pada Senin, 23 februari sore, semua korban disebut telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit dan diperbolehkan pulang ke rumah. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"PT Transjakarta menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tercatat sebanyak 23 pelanggan mengalami luka ringan dan telah dievakuasi ke RS Sari Asih Ciledug dan RSU Bhakti Asih, seluruhnya telah pulang dari RS," kata Ayu dalam keterangannya, Senin, 23 Februari.
Sementara itu, dua pramudi yang terlibat dalam kejadian tersebut dilaporkan dalam kondisi baik. Sebagai bentuk tanggung jawab, Transjakarta memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung perusahaan bersama mitra operator.
BACA JUGA:
“Proses evakuasi unit bus yang terlibat, telah selesai dilakukan pada pukul 10.50 WIB. Seluruh prosedur evakuasi dilakukan dengan mengutamakan standar keselamatan kerja dan pengamanan ketat oleh petugas," ungkap Ayu.
Terkait proses hukum, Transjakarta menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian. Kasus ini kini ditangani oleh Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.