Bagikan:

JAKARTA - Inter Milan akhirnya tersingkir di Liga Champions. Bodo/Glimt kembali membuat kejutan dengan mengalahkan Inter 2-1 yang bermain di kandang sendiri di Stadion Giuseppe Meazza di laga kedua playoff, Rabu, 25 Februari 2026 dini hari WIB.

Inter yang musim ini menjadi finalis Liga Champions sebelum dibantai Paris Saint-Germain 5-0 terpaksa menyudahi perjalanannya di kompetisi Eropa lebih cepat. Kali ini, Inter hanya mampu bertahan hingga playoff.

Pencapaian yang sangat buruk bagi Inter. Bagaimana tidak, Inter begitu perkasa di kompetisi Serie A Italia dan memimpin klasemen dengan keunggulan hingga 10 poin atas rivalnya, AC Milan. Namun tim asuhan Cristian Chivu yang menggantikan Simone Inzaghi ini tak berkutik di hadapan klub nonunggulan Bodo/Glimt.

Ya, Bodo/Glimt justru sukses melanjutkan kisah dongeng dengan melaju ke 16 besar. Sebelumnya, klub Norwegia ini menang 3-1 saat menjamu Inter pada playoff pertama. Kemenangan itu semula diyakini sebagai keberuntungan dan Inter bakal mampu membalikkan keadaan karena bermain di kandang sendiri pada laga kedua.

Namun yang terjadi justru kebalikannya. Inter kembali menelan kekalahan 2-1. Alhasil, I Nerazzurri kalah agregat 5-2 sehingga gagal melanjutkan kiprah memperebutkan trofi kuping lebar.

Sebaliknya, Bodo/Glimt berhasil lolos ke babak knockout. Hanya saja, di 16 besar, mereka akan kembali bertemu Manchester City atau Sporting.

“Kalah adalah bagian dari sepak bola. Dan itu yang kami alami. Kami seharusnya mencetak gol lebih dulu, tetapi kami gagal melakukannya,” kata gelandang Inter Nicolo Barella menanggapi kekalahan timnya.

“Selamat kepada Bodo/Glimt. Mereka berhasil memenangkan dua pertandingan ini dan layak lolos ke babak selanjutnya,” ujar dia lagi.

Di laga itu, Inter kehilangan striker andalan Lautaro Martinez yang mengalami cedera. Kapten Inter ini cedera saat bermain di lapangan artifisial di laga pertama melawan Bodo/Glimt. Sedangkan gelandang Hakan Calhanoglu mengawali laga dengan duduk di bench.

Sebaliknya, Bodo/Glimt bisa menurunkan tim terbaik. Mereka juga bermain dengan semangat tinggi sehingga mampu menyulitkan Inter yang harus bekerja ekstra keras demi mengejar defisit gol.

Upaya itu sudah dilakukan saat striker Francesco Pio Esposito menyambut umpan silang Federico Dimarco saat laga baru berjalan tiga menit. Namun Pio Esposito gagal memaksimalkan peluang tersebut.

Dimarco kemudian yang mendapat kesempatan membobol gawang tim tamu. Hanya kiper Nikita Hikin secara gemilang berhasil menggagalkannya. Begitu pula sepakan striker Marcus Thuram yang menjadi tandem Pio Esposito bisa diblok bek Odin Bjortuft.

Berkali-kali gagal, Inter tetap melakukan serangan. Hanya upaya mereka selalu gagal seperti sundulan gelandang Davide Frattesi yang masih bisa diselamatkan. Pio Esposito dan Alessandro Bastoni juga belum berhasil mencetak gol sehingga skor tetap imbang 0-0 saat babak pertama usai.

Di babak kedua, Inter kembali bermain agresif karena butuh gol. Paling tidak, mereka sudah memberi ancaman melalui tendangan bebas Dimarco yang bisa diamankan kiper Haikin dan tendangan voli akrobatik Frattesi juga hanya menghasilkan sepak pojok.

Saat Inter tak berhenti melakukan tekanan dan bahkan Thuram mendapat peluang untuk mencetak gol tetap gagal, Bodo/Glimt malah berhasil memanfaatkan celah untuk membobol gawang tuan rumah.

Gol Bodo/Glimt tercipta akibat kesalahan bek Manuel Akanji saat mengumpan di area sendiri. Ternyata, eks bek Man City ini malah salah umpan karena bola malah bisa dikuasai pemain sayap Ole Didrik Blomberg dan kemudian melepaskan tendangan ke gawang Inter. Kiper Yann Sommer memang masih bisa memblok tendangan itu, tetapi bola rebound yang langsung disambar Jens-Petter Hauge.

Gol yang tercipta di menit 58 menjadikan Bodo/Glimt unggul 1-0. Gol yang membuat langkah Inter kian berat. Apalagi, Bodo/Glimt mampu merapatkan pertahanan sehingga membuat pemain Inter frustrasi. Upaya mereka membobol gawang pasukan Kjetil Knutsen ini tak kunjung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Tim tamu malah berhasil memperbesar keunggulan. Kali ini Hakon Evjen yang menambah gol setelah tendangan first time dia yang ekselen saat menyambut umpan silang Hauge kembali membobol gawang Inter di menit 72. Skor pun berubah 2-0 untuk Bodo/Glimt.

Inter akhirnya bisa memperkecil ketinggalan setelah tim tamu menurunkan tempo permainan. Ironis karena Inter yang begitu kuat di kompetisi domestik benar-benar tak berdaya menghadapi Bodo/Glimt. Saat lawan tak lagi ngotot, mereka baru bisa mencetak gol melalui Bastoni di menit 76.

Gol yang sudah sangat telat dan Inter memang tak bisa memanfaatkan waktu yang tersisa. Setelah gol itu, mereka tetap tak bisa berbuat banyak untuk menambah gol. Skor 2-1 untuk Bodo/Glimt pun bertahan hingga laga usai dan mereka lolos ke 16 besar.