JAKARTA - Perburuan Scudetto Inter Milan kian dekat setelah mengalahkan Genoa 2-0 di pertandingan Serie A Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu, 1 Maret 2026 dini hari WIB. Kemenangan yang menjadikan Inter kian jauh meninggalkan rival terdekat, AC Milan.
Inter begitu perkasa di kompetisi domestik. Namun mereka gagal total di Liga Champions. Bahkan Inter gagal lolos ke babak 16 besar setelah disingkirkan Bodo/Glimt di playoff. Kegagalan Lautaro Martinez dkk menjadi kejutan di Liga Champions karena Bodo/Glimt jelas bukan tim elite Eropa. Mereka pun tetap berstatus underdog meski berhasil lolos ke babak knockout.
Inter memang babak belur di kompetisi Eropa dan dua kali dipermalukan Bodo/Glimt sehingga kalah agregat 5-2. Namun mereka langsung bangkit di Liga Italia dengan menghajar Genoa.
Kemenangan atas Genoa menjadikan Inter kian kukuh di puncak klasemen dengan poin 67. Mereka kian dekat menggapai Scudetto untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir karena sudah unggul 13 poin dengan Milan yang menempati peringkat dua.
Milan masih bisa memangkas jarak poin bila mengalahkan Cremonese, Minggu malam ini. Hanya bila menang, Milan masih tertinggal 10 poin dan pekan depan Milan menghadapi Inter dalam Derby della Madonnina.
“Kami menyelesaikan pertandingan dengan baik. Ini yang penting bagi tim,” kata gelandang Federico Dimarco yang membuka kemenangan Inter seperti dikutip france24. Dirinya menjadi salah satu pemain yang cukup produktif dan sudah mengemas tujuh gol dengan 15 assists di berbagai kompetisi musim ini.
“Bila gol dan assist saya tak membantu kami meraih trofi, itu tak ada gunanya. Lebih baik saya mencetak sedikit gol dan assist tetapi kami bisa memenangi liga,” ucapnya.
Pelatih Cristian Chivu pun menunjukkan kepuasan atas kemenangan Inter. Apalagi, mereka berhasil mengalahkan tim yang berada dalam kondisi terbaik.
“Kami menyadari pentingnya pertandingan ini. Saya senang dengan tiga poin ini karena tak mudah meraihnya. Kami menghadapi lawan yang berada dalam kondisi terbaik dan menyulitkan. Ini merupakan pertandingan ke-16 selama 50 hari yang melelahkan. Meski demikian kami harus berusaha konsisten,” kata Chivu.
Sementara, Genoa sendiri masih berkutat di papan bawah. Posisi mereka sangat tidak aman dan Genoa harus berusaha keras untuk bertahan di kasta tertinggi. Pasalnya, Genoa hanya menempati peringkat 15 dengan poin 27. Mereka hanya unggul tiga poin dengan Lecce yang berada di posisi 18 atau zona degradasi.
Berada di posisi bawah bukan berarti Genoa lawan yang gampang dikalahkan. Inter harus bekerja keras untuk bisa membobol gawang mereka. Bahkan I Nerazzurri harus menunggu hingga menit 31 saat Dimarco berhasil memecah kebuntuan. Gol itu tercipta lewat kolaborasi dia dengan Henrikh Mkhitaryan.
BACA JUGA:
Unggul 1-0 menjadikan Inter kian agresif menekan pertahanan Genoa. Namun usaha mereka tak kunjung membuahkan hasil dan skor itu bertahan hingga babak pertama usai.
Inter akhirnya baru bisa menambah gol saat laga memasuki menit 70. Gol tercipta dari titik penalti menyusul pelanggaran pemain pengganti Genoa Alex Amorim yang menyentuh bola saat mengadang bola silang Luis Henrique.
Wasit menunjuk titik putih dan eksekusi penalti dituntaskan Hakan Calhanoglu. Skor 2-0 untuk Inter. Skor itu bertahan hingga laga usai.
Scudetto yang Melibatkan AC Milan, Inter Milan dan Napoli: Siapa yang Lebih Diuntungkan?">