JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara mengenai kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta di Koridor 13 rute Puri Beta-Tegal Mampang Senin pagi.
Pramono menyebut, kecelakaan adu hantam bus Transjakarta ini disebabkan oleh human error yang dialami pengemudi bus dengan kode operator BMP 263, sehingga menabrak bus berkode MYS 17100.
"Sebenarnya kalau di TransJakarta manajemennya sudah cukup rapi ya. Ini human error lah bukan karena apa-apa. Jadi human error mungkin tidurnya kurang karena puasa dan sebagainya, sehingga kemudian busnya menyebrang atau melintasi, melawan arah," kata Pramono di Tanjung Priok, Jakata Utara, Senin, 23 Februari.
Berdasarkan laporan dari pihak Transjakarta, Pramono mengungkap sang sopir bernama Yayan, pagi ini memang dalam kondisi mengantuk akibat bekerja dengan sif panjang, atau dua hari berturut-turut.
"Memang dalam kondisi bekerja dua hari, ngantuk mungkin karena tidak bisa mengontrol, akhirnya abisnya masuk ke apa, Lajur yang berlawanan. Akibat itu kemudian ada bus MYS 17100 terjadi tabrakan," ungkap Pramono.
Kecelakaan ini mengakibatkan puluhan penumpang Transjakarta mengalami luka-luka. Pramono menjamin biaya perawatan korban luka akibat insiden tersebut ditanggung sepenuhnya dari Transjakarta.
Sebagai informasi, dua bus TransJakarta terlibat kecelakaan adu banteng di Koridor 13 ruas Kebayoran-Cipulir pada Senin pagi sekitar pukul 07.15 WIB. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 24 penumpang mengalami luka-luka.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengatakan kecelakaan terjadi di jalur TransJakarta dua arah yang tidak memiliki pembatas. Peristiwa ini melibatkan dua bus TransJakarta yang dikemudikan oleh Yayan dan Arfan Sukoco.
"Bus TransJakarta bernomor polisi B 7136 SGA yang dikemudikan Yayan melaju dari arah Kebayoran menuju Cipulir. Sementara bus bernomor polisi B 7353 TGC yang dikemudikan Arfan Sukoco melaju dari arah sebaliknya, yakni Cipulir menuju Kebayoran," katanya dalam keterangan, Senin 23 Februari 2026.
Menurut keterangan awal, Yayan mengaku tertidur saat mengemudi. Akibatnya, bus yang dikemudikannya masuk ke jalur berlawanan hingga terjadi tabrakan adu banteng dengan bus dari arah Cipulir.
“Pengemudi bus mengakui tertidur saat mengemudi sehingga kendaraannya masuk ke jalur berlawanan,” kata Ojo.
Dalam kejadian tersebut, bus yang dikemudikan Yayan tidak membawa penumpang. Sementara seluruh korban luka berasal dari bus yang dikemudikan Arfan Sukoco dengan rute Cipulir-Kebayoran.
"Korban luka berjumlah 24 orang berasal dari bus yang dikemudiakan Arfan Sukoco rute Cipulir - Kebayoran," ungkap Ojo.
BACA JUGA:
Para korban luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, di antaranya RS Sari Asih Ciledug dan RS Bakti Mulya Slipi.
"Dari total korban, dua orang dilaporkan mengalami patah tulang dan saat ini menjalani perawatan di RS Sari Asih Ciledug," pungkasnya.