JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan niatnya membenahi sistem transportasi JakLingko melalui pelatihan bagi 1.000 pengemudi baru. Pramono akan memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan profesionalitas pengemudi Mikrotrans yang beroperasi di seluruh wilayah Jakarta.
Menurut Pramono, pembenahan ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait perilaku pengemudi Mikrotrans di lapangan.
Diakui Pramono, sebagian pengemudi memang masih memperlakukan armadanya seperti kendaraan pribadi dan kurang mematuhi aturan berkendara yang ditetapkan oleh Transjakarta.
"Saya menyetujui apa yang dilakukan oleh Mikrotrans untuk melakukan pelatihan kurang lebih 1.000 pengemudi baru. Pelatihan dan seterusnya. Kami akan melakukan pembenahan untuk JakLingko," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin, 10 November
Pramono menyebut, program ini akan dilaksanakan oleh PT Transjakarta selaku BUMD pengelola sistem JakLingko. Selain menyiapkan pengemudi baru, pelatihan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pengemudi lama yang sudah berusia lanjut.
"Jadi, Transjakarta akan melakukan pelatihan. Karena kan memang apa, JakLingko atau Mikrotrans itu kan banyak sekali di Jakarta dan beberapa yang usianya sudah di atas 58 dan 60, dan mereka juga kemudian, performanya memang perlu kita evaluasi," ucapnya.
BACA JUGA:
Pramono menegaskan bahwa langkah ini juga diarahkan untuk menciptakan regenerasi tenaga pengemudi agar layanan aman dan nyaman bagi penumpang. Ia menyoroti beberapa keluhan yang muncul dari penumpang terkait perilaku mengemudi yang ugal-ugalan atau tidak sesuai standar layanan publik.
"Karena sering kali keluhannya di JakLingko ini kan kayak punya mobil sendiri, bawa keluarganya, ngebut, dan sebagainya," katanya.
Pramono berharap, program pelatihan pengemudi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi Mikrotrans yang menjadi bagian penting dari integrasi layanan JakLingko.
"Nah, Pak Dirut (Transjakarta) tadi menyampaikan nanti akan melakukan perbaikan peremajaan 1.000 orang pengemudi untuk JakLingko supaya mereka lebih tertata dan saya menyetujui untuk itu," tutup Pramono.