Bagikan:

JAKARTA - Iran membebaskan dua tokoh reformis senior yang ditangkap beberapa hari lalu menyusul demo anti-pemerintah yang kerusuhannya memuncak pada 8-9 Januari 2026.

“Javad Emam dan Ebrahim Asgharzadeh dibebaskan beberapa menit yang lalu setelah membayar jaminan,” kata pengacara kedua tokoh tersebut, Hojjat Kermani, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita ISNA dikutip dari AFP, Kamis malam waktu setempat.

Asgharzadeh adalah mantan anggota parlemen Iran. Sementara Emam adalah juru bicara Front Reformis, koalisi utama kubu reformis.

Menurut kantor berita Fars, keduanya diamankan dengan tuduhan “merusak persatuan nasional” dan “berkoordinasi dengan propaganda musuh.”

Kaum reformis di Iran merupakan pendukung Presiden Iran saat ini Masoud Pezeshkian selama masa kampanye pada tahun 2024. Mereka juga kerap menyerukan kebebasan sosial menyeluruh dan pembentukan masyarakat sipil.

Lebih jauh, pengacara kedua tokoh itu mendukung Kepala Front Reformasi sejak 2023, Azar Mansouri, juga dibebaskan secepatnya.

Mansouri, 60 tahun, seorang penasihat mantan presiden reformis Mohammad Khatami, ditangkap pada Minggu bersama dua reformis lainnya.

Demonstrasi damai memprotes kenaikan biaya hidup terjadi di Iran pada akhir Desember 2025 berujung pada aksi anti-pemerintah yang kerusuhannya memuncak pada awal Januari 2026.