JAKARTA - Mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) akan berakhir pada 31 Desember 2026. UNIFIL berencana menarik semua pasukannya dari Lebanon pada pertengahan 2027.
"UNIFIL berencana untuk mengurangi dan menarik semua, atau sebagian besar, personel berseragam pada pertengahan tahun 2027," kata Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dikutip dari AFP, Selasa 10 Februari.
Ardiel menuturkan, setelah operasi UNIFIL berakhir, akan dilakukan proses pemulangan personel dan peralatan UNIFIL. Selanjutnya, pengalihan wewenang UNIFIL kepada otoritas Lebanon.
Selama penarikan, lanjut dia, pasukan UNIFIL hanya akan diizinkan untuk melakukan tugas-tugas terbatas seperti melindungi dan mengamankan transportasi personel serta pangkalan PBB.

UNIFIL telah bertindak sebagai penengah antara Israel dan Lebanon selama beberapa dekade.
Awalnya pasukan UNIFIL dibentuk Dewan Keamanan PBB pada Maret 1978 untuk memantau penarikan militer Israel dari Lebanon, menjaga perdamaian dan membantu Pemerintah Lebanon dalam memulihkan otoritas efektifnya di wilayah tersebut.
Madat UNIFIL disesuaikan dua kali, karena perkembangan pada tahun 1982 dan 2000.
Sejak berakhirnya perang selama 34 hari antara Israel dan Hizbullah pada 2006, tugas UNIFIL menjaga keamanan perbatasan menciptakan zona bebas senjata di Lebanon Selatan bersama tentara Lebanon.
Pertempuran sengit Hizbullah dan Israel kembali terjadi selama 14 bulan dan berakhir pada gencatan senjata ditengahi AS-Prancis pada 27 November 2024.
Meski demikian, pascagencatan senjata 2024 hingga awal tahun 2026, tentara Israel tetap rutin melakukan serangan ke Lebanon. UNIFIL juga telah berulang kali melaporkan Israel menembak ke arah atau di dekat personelnya sejak gencatan senjata.
Israel yang mempertahankan pos militernya di lima wilayah perbatasan Lebanon terus berdalih menargetkan Hizbullah dalam serangan acap kali memakan korban jiwa sipil tersebut.

Setelah gencatan senjata 2024, UNIFIL tercatat juga telah membantu tentara Lebanon dalam membongkar infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan Israel.
Pada tahun 2025, di bawah tekanan AS dan Israel, Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk mengakhiri mandat pasukan UNIFIL pada 31 Desember 2026, dengan "penarikan dan pengurangan yang tertib dan aman" dalam waktu satu tahun.
Tekanan akan penarikan UNIFIL di Lebanon di tengah antipati AS sejak dipimpin Presiden AS Donald Trump terhadap mandat-mandat PBB, utamanya terkait konflik yang melibatkan Israel.