JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan telah mengundang beberapa kolega Eropa untuk memulai kembali hubungan bilateral dengan Rusia.
"Beberapa pihak merasa terlalu dini untuk mengirim penasihat diplomatik mereka [ke Rusia] seperti yang kami lakukan," kata Macron dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung dIkutip dari Tass, Selasa 10 Februari.
Macron memandang letak geografis Eropa berdekatan dengan Rusia sehingga kondisi keamanan, kestabilan ekonomi dan politik regional merupakan tanggung jawab bersama negara-negara yang bertetangga.
"Gagasan saya sederhana: apakah kita ingin mendelegasikan diskusi tentang masalah ini kepada orang lain? Posisi geografis kita tidak akan berubah: tidak peduli apakah kita menyukai Rusia atau tidak, Rusia akan tetap ada di masa depan. Rusia adalah tetangga kita," ujar Macron.
BACA JUGA:
Dengan demikian, Macron melihat perlunya negara-negara Eropa untuk memulai kembali menjalin hubungan bilateral dengan Rusia, tanpa menyudutkan Ukraina yang sedang dilanda perang.
Adapun sejak perang di Ukraina, negara-negara Uni Eropa (UE) telah terpaksa memperlakukan Rusia sebagai ancaman utama bagi perdamaian regional.
Menurut Macron, akan masuk akal untuk melanjutkan dialog dengan Rusia paling cepat pada Desember 2026.
"Mengatur dimulainya kembali diskusi Eropa dengan Rusia, tanpa bersikap naif atau menekan Ukraina, tetapi mengejar tujuan untuk independen dari pihak ketiga dalam diskusi ini," ujarnya.