Tak Mau Hanya 2 Capres di Pemilu 2024, PPP Ancang-ancang Berkoalisi dengan Partai Lain
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Perhelatan Pilpres 2024 mulai memanas meski masih akan digelar 3 tahun lagi. Beberapa partai politik menginginkan agar calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi tidak hanya 2 Paslon, seperti Pilpres 2014 dan 2019.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani mengaku, pihaknya sudah bersiap memunculkan paslon alternatif dengan berkomunikasi dengan partai-partai lain.
 
“Tidak bisa dipungkiri, partai-partai sudah mulai ambil ancang-ancang dalam rangka Pilpres 2024, termasuk berkomunikasi satu sama lain,” ujar Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 24 Mei.
 
Bahkan, kata dia, PPP telah mendiskusikan persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bersama Partai Demokrat. Arsul Sani mengaku sempat bertemu dengan Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya beberapa waktu lalu.


Namun, Arsul menampik pertemuannya itu membahas soal koalisi, apalagi sampai pada figur yang akan diusung pada Pilpres 2024 nanti.

"Beberapa waktu lalu, saya misalnya bicara sambil ngopi dengan Sekjen Demokrat. Kita tidak bicara dulu soal profil soal orang," katanya.

Arsul menjelaskan, pertemuan itu lebih membahas bagaimana menyiapkan pilpres yang berlangsung damai tanpa ada perpecahan berkepanjangan seperti pada Pilpres 2019 lalu.

"Pada umumnya coba kita samakan cara pandang adalah bagaimana agar Pilpres 2024 itu tidak lagi menjadi ajang demokrasi tapi membelah masyarakat secara tajam seperti Pilpres 2014 dan 2019," jelasnya.
 
PPP dan Demokrat, kata dia, menginginkan agar Pilpres 2024 tidak hanya memunculkan 2 Paslon saja.

“Yang kita bicarakan justru, singkatnya lebih mendorong bagaimana Pilpres ke depan tidak hanya diikuti dua pasang saja,” kata Arsul menambahkan.