Bagikan:

JAKARTA - Gelombang aksi protes terjadi di sejumlah pulau dan pelabuhan utama rute kapal pesiar Crown Iris di Yunani. Kapal yang sebagian penumbangnya, tentara Israel sedang libur bertugas.

Di Pelabuhan Piraeus, dekat Athena, Yunani, pada Kamis 14 Agustus, massa aksi protes membawa flare atau suar dan mengibarkan bendera Palestina berhadapan dengan polisi anti huru hara yang menghalau mereka mendekati kapal pesiar. 

Penanggung jawab aksi massa ini Markos Bekris mengatakan, tentara Israel yang sedang tidak bertugas termasuk di antara para penumpang kapal pesiar berlabuh di Yunani.

"Mereka tidak diinginkan di sini dan tidak pantas berada di sini," kata Markos saat melakukan orasi, dikutip dari AFP.

 "Darah orang-orang tak berdosa ada di tangan mereka, dan kita seharusnya tidak menyambut mereka," sambungnya.

Yunani menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi warga Israel. Namun, perang yang sedang berlangsung di Gaza — dan perhatian global terhadap kerusakan yang meluas, kekurangan pangan yang parah menimbulkan banyak kasus malnutrisi akut — telah memicu ratusan protes anti-Israel di Athena dan kota-kota Yunani lainnya. 

Konfrontasi politik dalam negeri Yunani juga terjadi akibat tindakan sewenang-wenang Israel di Palestina. Buktinya, partai-partai oposisi sayap kiri Yunani telah mendesak pemerintah konservatif untuk menghentikan kerja sama komersial dan militer yang luas dengan Israel.