Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, berharap situasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah kondusif usai Bupati Pati, Sudewo meminta maaf kepada rakyat atas arogansi yang menantang warga terkait demonstrasi. 

Bupati Sadewo sebelumnya menaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Pati hingga 250 persen sebelum akhirnya dibatalkan menyusul kontroversial dan diprotes masyarakat Pati.

“Beliau sudah ditegur partai dan sudah membatalkan kebijakan yang keliru dan meminta maaf secara terbuka, ini bagian dari instrospeksi dan evaluasi seorang pemimpin, bahwa memimpin itu harus punya kepekaan dan kepedulian terhadap rakyat, terlebih lagi soal kebijakan, “ ujar Bahtra di kompleks parlemen Jakarta, Kamis, 14 Agustus.

Bahtra juga berharap masyarakat Pati terbuka untuk memaafkan dan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada Bupati Sadewo memimpin Kabupaten Pati hingga akhir masa jabatan.

“Kita semua ingin kepala daerah yang mampu mendengar suara rakyat, dan ini adalah langkah awal yang baik untuk memulihkan kepercayaan publik,” katanya.

Bahtra menilai, setelah kejadian ini energi pemerintah daerah sapatutnya segera difokuskan pada pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. 

Ia juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengambil kebijakan yang tidak menyengsarakan dan membuat susah rakyat terutama yang menyangkut beban warga, sebagaimana pesan Presiden Prabowo Subianto. 

Peristiwa ini, tambahnya, juga menjadi pelajaran pada kepala daerah agar mengkaji secara komprehensif kebijakan yang akan diambil dengan melibatkan partisipasi publik.

“Kepemimpinan bukan sekadar memerintah, tetapi memastikan kebijakan lahir dari aspirasi rakyat dan tidak memberatkan kehidupan mereka,” ucap Bahtra.