Diam di Rumah Tapi Banyak Duit, Legislator Golkar Dedi Mulyadi: Hari Ini adalah Era 'Babi Ngepet'
Politikus Partai Golkar Dedi Mulyadi (Foto: Instagram @dedimulyadi71)

Bagikan:

JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPR Dedi Mulyadi menyoroti kejadian viral penangkapan babi ngepet yang terjadi di Depok beberapa hari lalu.

“Kalau kita renungkan sesungguhnya hari ini adalah era ‘babi ngepet’,” ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu, 1 Mei.

Menurutnya adalah wajar jika saat ini warga banyak percaya terhadap fenomena 'babi ngepet' yang suka mencuri uang. Pasalnya, kata Dedi, saat ini orang hanya berdiam diri di rumah tapi memiliki penghasilan tinggi.
 
Bukan tanpa alasan, kata Dedi, saat ini untuk menghasilkan banyak uang, masyarakat memanfaatkan teknologi guna menjalankan usahanya, seperti online shop, trading saham dan bisnis aplikasi. Terlebih di masa pandemi saat ini, mayoritas masih bekerja dari rumah atau work from home.

Lebih lanjut, legislator dapil Karawang Jawa Barat itu menjelaskan, kisah mistik babi ngepet merupakan ramalan orang dulu terhadap kehidupan saat ini.
 
Dia mengatakan, cerita seseorang menyalakan lilin di ruangan tertentu di rumahnya, kemudian melepaskan babi untuk mengambil uang merupakan sebuah filosofi yang patut direnungkan.

Menurutnya, api yang menyala merupakan gambaran listrik yang harus hidup. Kemudian babi digambarkan sebagai pulsa atau kuota internet sebagai penyambung yang tidak boleh terputus agar proses komunikasi transformasi digital berjalan efektif.

Kemudian, proses gesek seperti babi ngepet bisa dilihat dari gambaran transaksi elektronik yang kini semakin mudah. Salah satunya menggunakan sistem gesek kartu debit atau kredit.

“Jadi saat ini memang saat di mana orang bisa bekerja menjadi ‘admin’ tidak ke mana-mana tapi bergaji, orang bisa bekerja jadi ‘buzzer’ tidak ke mana-mana juga bergaji, bisa bekerja sebagai ‘endorsement’ bisa jadi hanya ambil gambar dan foto di rumah kemudian di-‘posting’ tidak ke mana-mana bergaji, bisa jadi selebgram atau youTuber yang bercerita di rumah tidak ke mana-mana juga bergaji,” ungkap wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Ironinya, tambah Dedi, di jaman spirit keagamaan tinggi justru masih banyak warga yang percaya dengan babi ngepet yang identik dengan problem kejahatan. Untuk itu, dia menyarankan agar masyarakat jangan mudah percaya pada sebuah cerita yang bertentangan dengan akal dan pikiran. 
 
"Mari bersikap hidup rasional dan jauhkan diri dari sifat iri dengki dan prasangka. Berpuasa bersihkan hati agar hidup damai penuh cinta,” tandas Dedi Mulyadi.