Bagikan:

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin merespons soal aksi demo bertajuk Indonesia Gelap yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat pada hari ini, Kamis, 20 Februari, siang. 

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya di kawasan Parung Kuda Monas, Jakarta Pusat pada Senin kemarin, 16 Februari. 

Nurul Arifin menghargai aksi demonstrasi yang merupakan bentuk saluran aspirasi dan keresahan yang tidak bisa disampaikan secara langsung. Dia menilai, aksi demo tersebut merupakan peringatan agar masyarakat dan pemerintah tidak kebablasan. 

"Saya pikir ini bagus ya, untuk kemudian membuat alert waspada. Artinya kita betul-betul, oh ini yang diinginkan, jadi jangan sampai kebablasan juga, baik dalam pemerintahan ataupun masyarakat dalam menjalankan sistem demokrasi ini," ujar Nurul Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Februari. 

"Jadi kita saling mendengarkan kemudian juga saling menghargai," sambungnya. 

Kendati demikian, Nurul Arifin mengimbau demonstran agar berhati-hati dan tidak melakukan tindakan anarkis sepanjang pelaksanaan aksi demonstrasi.

"Nggak apa-apalah sih menurut saya demo itu ya wajar-wajar saja, kita juga jangan takut, jangan takut juga menyalurkan aspirasi tapi lakukan itu dengan cara-cara yang konstruktif ya, tidak kemudian anarkis karena kalau sampai anarkis kan tidak hanya merusak segelintir tapi juga negara inilah. Artinya stabilitas politik kan berimbas pada stabilitas ekonomi," pungkas Waketum Golkar itu.