Kabar Duka Datang dari Mukomuko, 20 Orang Meninggal akibat COVID-19
Pemakaman pasien COVID-19 di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu/ Antara

Bagikan:

JAKARTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia di daerah ini sampai sekarang sudah mencapai 20 orang.

“Data terakhir pasien COVID-19 meninggal dunia dari Kecamatan Air manjuto sebanyak 19 orang, kini jumlahnya bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi 20 orang. Pasien yang terjangkit virus corona ini berasal Kecamatan Malin Deman,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Desriani dalam keterangan di Mukomuko, dilansir Antara, Minggu, 11 April.

Ia mengatakan pihaknya menerima laporan terkait satu orang pasien COVID-19 meninggal dunia dari Kecamatan Malin Deman tersebut dari tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan setempat awalnya menerima kabar satu orang pasien COVID-19 meninggal dunia dari daerah ini ketika pasien masih berada di Kota Bengkulu, kemudian dinas ini mendapat kabar pasien COVID-19 dimakamkan di pemakaman umum di daerah ini, Sabtu, 10 April malam.

“Pasien COVID-19 yang meninggal dunia ini berasal dari daerah ini yang berobat di rumah sakit di Kota Bengkulu, kemudian pasien ini meninggal dunia di rumah sakit,” katanya.

Kemudian pasien COVID-19 ini dibawa ke rumah duka di Kecamatan Malin Deman, dan ketika sampai ke wilayah ini, pasien langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum di wilayah tersebut.

Ia memastikan pemakaman terhadap pasien COVID-19 ini dilaksanakan sesuai dengan aturan, yakni protokol kesehatan guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona di daerah ini.

Selanjutnya, petugas Dinas Kesehatan bersama dengan petugas puskesmas setempat akan melakukan penelusuran riwayat kontak pasien COVID-19 yang meninggal dunia tersebut.

“Dengan adanya kasus ini seperti ini kami tetap melakukan penelusuran riwayat kontak pasien ini guna memutuskan rantai penularan virus corona di Kecamatan Malin Deman khususnya di wilayah tersebut,” demikian Desriani.

 

​​​​​​​