Eri Cahyadi Segera Bantu Warga Surabaya Berpenghasilan Rendah, Minta Lurah-Camat Mendata
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (DOK. Pemkot Surabaya)

Bagikan:

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan lurah dan camat mendata pendapatan warga Surabaya. Eri Cahyadi menyiapkan program membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

"Maka itu, saya minta kelurahan dan kecamatan untuk mendata seluruh warga, termasuk mendata pendapatan tiap Kartu Keluarga (KK) setiap bulannya sehingga kami bisa mengintervensi warga yang butuh bantuan pemerintah," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan arahan kepada lurah dan camat di Surabaya, Senin, 15 Maret.

Dari data itu, lanjut Eri, nantinya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengambil sejumlah langkah, untuk mengintervensi warga yang membutuhkan. Eri Cahyadi menganggap data itu penting, untuk mengetahui kondisi ekonomi dan kesejahteraan warganya. 

"Saya harus punya data dari RT-RW, lurah dan camat. Supaya bisa segera kita intervensi warga," ujarnya.

Sementara untuk data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada saat ini, Eri Cahyadi mengaku akan segera diperbarui dengan data yang sedang dikerjakan oleh Dinsos bersama dengan camat, lurah hingga tingkat RT/RW. Bahkan, dia menyebut dalam data itu nantinya akan lebih diperinci, siapa saja yang bekerja dalam satu KK.

"Siapa yang belum bekerja misalnya, bapaknya bekerja dengan pendapatan di bawah UMK, namun punya anak yang sudah lulus sekolah atau sarjana, nah mereka yang akan kami intervensi," katanya.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Tidak hanya itu, Eri Cahyadi berencana akan membedakan data tersebut menjadi beberapa klasifikasi, misalnya desil satu untuk warga yang tingkat kemiskinannya paling rendah, kemudian desil dua bagi warga yang lebih layak dan seterusnya. Dari situ lah pemkot dapat memberikan intervensi, sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga yang masuk dalam klasifikasi desil tersebut.

"Lalu kita pantau dengan harapan warga itu akan lepas dari data MBR. Artinya, dia sudah keluar (miskin) dan sudah mampu. Karena setiap desil memiliki intervensi yang berbeda. Ada yang tidak memerlukan rumah susun (rusun), ada pula yang membutuhkan pelatihan atau keterampilan kemudian memperoleh peluang kerja," sambungnya.

Wali Kota Eri Cahyadi menyebut, akan mempublikasikan di kantor kecamatan dan kelurahan masing-masing wilayah, apabila pendataan sudah selesai. "Supaya semua warga dapat mengakses. Nanti ada aplikasinya juga," kata Eri.

Dia juga meminta lurah dan camat bergerak cepat ketika masyarakat butuh bantuan. Kata Eri, pelayanan bagi masyarakat harus diutamakan. 

"Jika warga membutuhkan bantuan atau sedang mengalami kendala, kelurahan maupun kecamatan harus turun langsung memberikan solusi. Ini saya sampaikan terus menerus, tidak ada arogansi kepada masyarakat dan harus solutif," jelas Eri.