Berantas Penyakit Masyarakat di Solo, Gibran Bersih-bersih PSK dan Judi
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (Instagram/@gibran_rakabuming)

Bagikan:

JAKARTA - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendukung operasi memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang digelar jajaran Polresta Surakarta. Menyusul banyaknya laporan warga terkait masalah sosial yang meresahkan, seperti prostitusi dan perjudian. 

"Banyak aduan masyarakat yang datang ke saya. Ini sangat penting dan harus kita bersihkan, bukan PSK (pekerja seks komersial)-nya saja, judinya juga akan saya berantas," ujar Gibran kepada wartawan, Kamis, 4 Maret. 

Diketahui, Gibran pernah mewacanakan pemberantasan penyakit masyarakat di Kota Solo saat kampanye lalu. Sehari setelah dirinya bersama Teguh Prakosa menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Jumat, 26 Maret lalu, Gibran langsung membuktikan pernyataannya.

Ia terjun langsung memantau operasi pekat di Gilingan dan Kestalan bersama Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Dalam operasi tersebut 36 PSK berhasil diamankan. Pada operasi selanjutnya, Selasa, 2 Maret malam, jajaran Polresta berhasil menggelandang 10 PSK untuk kemudian diserahkan ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama, Jongke, Laweyan Solo.

 

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menegaskan, operasi pekat yang dilakukan bersama jajaran kepolisian tidak hanya menyasar pada prostitusi saja. Namun juga pekat lainnya, termasuk perjudian.

"Selama saya blusukan sebelum maupun setelah kampanye, banyak mengeluhkan itu terus. Tetapi tidak pernah ada follow up-nya," pungkas Gibran.

Sebelumnya, Gibran telah memerintahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Polresta Solo untuk segera merazia prostitusi online yang masif di media sosial. Hal itu menindaklanjuti informasi masyarakat usai razia gabungan penyakit masyatakat (pekat) di Kestalan dan Gilingan.

“Kemarin operasi pekat bersama Polresta Solo kan baru pertama kali. Lalu banyak masukan di twitter sama michat lebih banyak, akan kami telusuri dan trace satu per satu,” papar Gibran, Senin, 1 Maret.