Penyebab Jatuhnya Pesawat Bos Grup Wagner Prigozhin Miliki Banyak Versi, Kremlin: Mari Tunggu Hasil Investigasi
Jubir Kremlin Dmitry Peskov. (Wikimedia Commons/Presidential Executive Office of Russia)

Bagikan:

JAKARTA - Penyelidik tengah mempertimbangkan dan menganalisa berbagai versi mengenai penyebab jatuhnya pesawat yang membawa bos Grup Wagner Yevgeny Prigozhin dan koleganya, termasuk kemungkinan itu dijatuhkan dengan sengaja.

"Jelas bahwa berbagai versi sedang dipertimbangkan, termasuk versi - Anda tahu apa yang kita bicarakan - katakanlah, kekejaman yang disengaja," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan saat ditanya tentang penyelidikan tersebut, melansir Reuters 30 Agustus.

Ketika ditanya apakah Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) akan menyelidiki kecelakaan tersebut, Peskov mengatakan situasinya berbeda, meski ia memperingatkan para penyelidik belum membuat kesimpulan resmi tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Mari kita tunggu hasil investigasi Rusia," ujar Peskov.

Jet pribadi Embraer yang ditumpangi Prigozhin dari Moskow menuju St. Petersburg, jatuh di utara Moskow dan menewaskan seluruh 10 orang di dalamnya pada 23 Agustus, termasuk dua petinggi Wagner, empat pengawal Prigozhin dan tiga kru pesawat.

Penyebabnya masih belum jelas, tetapi penduduk desa di dekat lokasi kejadian mengatakan, mereka mendengar suara dentuman dan kemudian melihat pesawat itu jatuh ke tanah.

Pesawat tersebut jatuh tepat dua bulan setelah Prigozhin dan pasukannya menguasai Kota Rostov di bagian selatan Rusia pada akhir Juni lalu, pemberontakan setengah hati yang dilakukan Grup Wagner terhadap petinggi militer Moskow.

Rusia telah menginformasikan kepada otoritas investigasi pesawat Brasil, mereka tidak akan menyelidiki jatuhnya pesawat jet Embraer buatan Brasil di bawah peraturan internasional "untuk saat ini", demikian ungkap pihak Brasil.

Ditanya mengenai laporan tersebut, Peskov mengatakan: "Pertama-tama, penyelidikan sedang berlangsung, Komite Investigasi terlibat dalam hal ini."

"Dalam kasus ini, tidak ada pembicaraan tentang aspek internasional," tandas Peskov.

Diketahui, Kremlin tegas menolak tudingan Rusia sengaja menghabisi Prigozhin karena dendam kudeta, menyebut hal itu sebagai kebohongan.