Bagikan:

JAKARTA - Seorang anggota Senat Amerika Serikat terkemuka dari Partai Republik mengatakan, mantan Presiden Donald Trump harus keluar dari persaingan menuju Pemilihan Presiden AS 2024 dari partai tersebut, mengatakan Ia akan kalah dari kandidat terkuat Partai Demokrat, petahana Joe Biden.

Senator Bill Cassidy, salah satu dari tujuh anggota Senat dari Partai Republik yang memberikan suara untuk memakzulkan Trump pada sidang pemakzulan kedua mantan presiden tersebut pada tahun 2021, menggambarkan kasus dokumen federal yang menimpa Trump sebagai "hampir seperti slam dunk", memperingatkan para pemilih tidak akan memilih seseorang yang terbukti melakukan kejahatan sebagai presiden.

Ketika ditanya apakah Trump harus keluar dari pemilihan presiden, politisi Partai Republik dari Louisiana ini mengatakan kepada program "State of the Union" di CNN: "Saya pikir begitu. Namun, tentu saja, itu terserah dia. Maksud saya, Anda hanya menanyakan pendapat saya. Tapi dia akan kalah dari Joe Biden, jika Anda melihat jajak pendapat saat ini," seperti melansir Reuters 21 Agustus.

Cassidy, seorang anggota Partai Republik yang dikenal karena kesepakatan bipartisannya, memainkan peran utama dalam menyusun RUU infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS pada tahun 2021.

Trump sendiri adalah kandidat presiden terdepan dari Partai Republik, meskipun menghadapi masalah hukum yang meliputi empat dakwaan kriminal, salah satunya terkait penanganan dokumen rahasia AS setelah ia meninggalkan Gedung Putih pada tahun 2021.

"Kita mungkin akan memiliki calon presiden yang pernah dihukum karena kejahatan. Saya rasa Joe Biden perlu diganti, tapi saya rasa orang Amerika tidak akan memilih seseorang yang pernah dihukum. Jadi, saya sangat menyesal dengan semua yang terjadi," lugas Cassidy.

Diketahui, dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos terbaru yang dirilis bulan ini, Trump meraih 47 persen suara Partai Republik secara nasional, dengan Gubernur Florida Ron DeSantis turun enam poin persentase dari Bulan Juli menjadi hanya 13 persen.

Tidak ada kandidat lain yang akan menghadiri debat pertama partai pada Hari Rabu yang menembus angka satu digit.

Trump sendiri diperkirakan akan melewatkan debat tersebut. Sebagai gantinya, dia akan melakukan wawancara online dengan mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson.