Bapak, Ibu dan Anak Ditangkap karena Jadi Komplotan Copet di Surabaya
Polisi menangkap komplotan copet di Surabaya (DOK. Polrestabes Surabaya)

Bagikan:

SURABAYA - Polrestabes Surabaya menangkap satu keluarga yang menjadi komplotan copet, yang biasa beraksi di Pasar Tugu Pahlawan. Satu keluarga itu terdiri dari bapak, ibu dan anak.

"Total ada empat tersangka, tiga orang tersangka satu keluarga dan satu orang lagi rekan di luar keluarga," kata Kepala Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana, dalam rilisnya yang diterima VOI, Selasa, 2 Februari.

Ada pun tiga orang yang merupakan satu keluarga itu adalah warga Jalan Darmo Permai Utara, yakni RDA, 50, istrinya berinisial AY, 41, dan anaknya berinisial ORT, 27. Satu tersangka lagi rekan dari keluarga pencopet itu, yakni SW, 41, warga Japan Oro-Oro, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. "Keempat tersangka itu sekarang kita tahan," jelasnya.

Arief menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap komplotan copet itu setelah mendapat informasi dari Ervi Ananda Ayu Rahmadani. Dia merupakan pelajar yang menjadi korban copet dari para tersangka. 

"Jadi, korban ini kehilangan HP nya karena dicopet para tersangka saat berkunjung ke pasar pagi Tugu Pahlawan pada Minggu lalu," ujarnya.

Menurut Arief, keempat tersangka itu memiliki tugas masing-masing. Misalnya AY, berperan mengalihkan perhatian korban, sementara SW sebagai eksekutor. "Saat korban lengah oleh perhatian pelaku AY, pelaku SW kemudian menggasak HP korban," kata Arief.

Setelah itu, SW menyerahkan HP hasil copet ke RDA yang berperan sebagai pengawas dan berada tak jauh dari lokasi eksekusi. RDA kemudian memindahkan HP korban ke tangan ORT. Namun, aksi mereka rupanya kurang sempurna. Saat HP masih berada di tangan SW, korban sadar dan berteriak kena copet.

Tim Resmob yang kebetulan berpatroli di pasar segera bergerak dan mencurigai gerak-gerik ketiga tersangka. Mereka dibuntuti dan tertangkap di Jalan Bibis 

"Setelah kami tangkap, kami interogasi, barang tersebut akan diberikan ke penadah bernama Oki. Kemudian kita lakukan penangkapan juga di rumahnya," ujar Arief. 

Dalam pemeriksaan diketahui, empat tersangka tidak beraksi hanya sekali itu saja. Mereka sebelumnya sudah beraksi lima kali dan semuanya dilakukan di pasar. Misalnya di Jembatan Merah Plaza (JMP) telah beraksi sebanyak tiga kali, dan dua kali di Pasar Turi. 

"Untuk itu imbauan kepada masyarakat apabila membawa barang berharga selalu waspada dan ditempatkan di tempat yang aman, jauh dari jangkauan para pencuri," katanya.