Tim DVI Polri Berharap Ada Jasad Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang Ditemukan Utuh
Jumpa pers di RS Polri terkait perkembangan identifikasi jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 (Wardhany Tsa Tsia/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih berharap ada jasad penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan secara utuh dari lokasi jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu.

Harapan ini disampaikan karena hingga saat ini Tim DVI hanya menemukan bagian tubuh dari puluhan penumpang yang menaiki pesawat nahas tersebut.

"Tadi ada pertanyaan, seberapa atau kondisinya (jenazah yang ditemukan, red) seperti apa? Yang bisa kami jawab adalah sampai dengan saat ini yang kami terima di postmortem atau kamar jenazah, kecil-kecil," kata Kepala Tim Rekonsiliasi dari DVI Polri Agung Widjajanto dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 14 Januari.

Meski begitu, dia juga menyebut ada juga beberapa bagian tubuh yang ditemukan dan di antaranya terdapat sidik jari sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dan pengidentifikasian. Sehingga, dari kondisi tersebut, pihaknya berharap ke depan Tim SAR dapat menemukan jasad penumpang yang dalam keadaan utuh. 

"Apakah semua (ditemukan, red) seperti itu. Mudah-mudahan tidak tapi kami belum tahu," ujar Agung.

"Karena yang jelas kami dari TKP atau tempat kejadian adalah ukuran (kecil, red) seperti itu," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak sempat hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu, 9 Januari 2020. Selanjutnya, otoritas memberikan kepastian jika pesawat itu jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang. Di antaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang yang terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.

Adapun jumlah penumpang yang saat ini berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI saat ini mencapai 12 penumpang, dua di antaranya kru pesawat yaitu pramugara atas nama Okky Bisma dan pramugari atas nama Mia Tresetyani.

Selain itu, dari belasan penumpang ini, dua di antaranya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman, yaitu Okky Bisma dan Asy Habul Yamin.