Ancaman Kekeringan 2023, Moeldoko Ingatkan Semua Pihak
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko pada cara Bazar Pangan Murah, di Pendopo Kepatihan kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jum’at 9 Desember. (Dok KSP)

Bagikan:

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat soal tantangan krisis pangan yang saat ini tengah terjadi di dunia. Terlebih, sekarang sudah banyak negara menerapkan kebijakan pembatasan ekspor pangan yang bisa berdampak pada ketahanan pangan nasional.


“Dengan kondisi itu, kita punya duit tapi belum tentu bisa membeli makanan karena tidak bisa impor,” kata Moeldoko saat menghadiri Bazar Pangan Murah, di Pendopo Kepatihan kabupaten Ngawi 9 Desember.

La Nina dan El Nino

Moeldoko mengakui, kondisi pangan Indonesia saat ini masih cukup baik. Di mana, fenomena alam berupa La Nina, yakni kondisi cuaca basah dan hujan, telah memberikan keuntungan pada sektor pertanian.


Namun, di sisi lain, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini juga menyampaikan, bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan potensi fenomena El Nino atau kekeringan pada 2023.


“Risikonya bisa terjadi kebakaran dan kegagalan panen. Untuk itu, Presiden Jokowi dari awal sudah menekankan petani Indonesia untuk tanam apa saja yang bisa menguatkan ketahanan pangan nasional,”jelas Moeldoko.


Panglima TNI 2013-2015 ini juga terus menggaungkan penggunaan sorgum yang dapat tumbuh baik di kondisi kering. Sehingga saat terjadi fenomena El Nino atau kekeringan pada 2023, sorgum bisa menjadi sumber alternatif pangan bagi masyarakat Indonesia.


“Saya sudah memelopori menanam sorgum di Waingapu NTT, karena sorgum itu tanaman yang bisa ditanam secara massif, di lahan-lahan marginal atau kering. Nah, alternatif-alternatif seperti ini kita harus cari,” seru Moeldoko.