Solid di Bawah Komando Megawati, PDIP Sebut Pertemuan Puan-Ganjar Patahkan 'Framing Murahan' Isu Disharmoni
Ganjar Pranowo menyambut Puan Maharani di Solo/FOTO via Instagram @ganjar_pranowo

Bagikan:

JAKARTA - Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai, pertemuan perdana antara Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar di Solo, merupakan hal istimewa bagi para kader.
 
Menurutnya, pertemuan tatap muka Puan dan Ganjar sekaligus mematahkan isu bahwa keduanya tidak harmonis.
 
"Pertemuan Mbak Puan dan Mas Ganjar di acara Munas HIPMI di Solo tentu kian istimewa bagi kami di PDI Perjuangan. Mbak Puan terpilih menjadi anggota DPR dari dapil Jateng V yang meliputi Solo Raya, Mas Ganjar Gubernur Jateng. Jadi sudah sewajarnya kedua beliau di undang oleh HIPMI yang melaksanakan Munasnya di Solo," ujar Said kepada VOI, Selasa, 22 November. 
 
Namun, Said meluruskan bahwa pertemuan kemarin merupakan kali kedua Puan dan Ganjar berada di satu acara yang sama. Hanya saja, kata dia, saat acara Muktamar Muhammadiyah kedua figur potensial capres itu tidak sempat bertegur sapa. 
 
"Bukankah sebelumnya Mbak Puan dan Mas Ganjar juga hadir di Muktamar Muhammadiyah di Solo? Kehadiran kedua beliau karena memang diundang oleh tuan rumah yakni panitia Muktamar Muhammadiyah. Hanya saja, kedua kader PDI Perjuangan tersebut belum sempat bertatap muka dan bersalaman karena memang acaranya besar sekali melibatkan ribuan orang. Nah, di Munas HIPMI ini pertemuannya lebih indoor yang jadi sangat terbatas, jadi lebih mudah ketemu fisik," jelas Said. 
 
Said menegaskan, pertemuan Puan dan Ganjar itu kian membuktikan bahwa PDI Perjuangan solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputeri. 
 
"Orang luar saja yang seringkali membuat framing Mbak Puan dan Mas Ganjar tidak bisa berkomunikasi. Keduanya adalah anak didik dan kader-kader utama Bu Mega, jadi keduanya solid di bawah komando Ibu Ketum," tegas Ketua Banggar DPR itu. 
 
 
Dikatakan Said, menjelang pemilu memang ada yang tidak suka PDIP solid, sehingga seringkali membenturkan kedua kader utama partai berlambang banteng itu. 
 
"Dengan pertemuan ini Mbak Puan dan Mas Ganjar mematahkan framing murahan bahwasanya PDI Perjuangan tidak solid. Dengan berbagai pihak eksternal kedua tokoh tersebut bisa komunikasi baik, apalagi dengan sesama kader di PDI Perjuangan," kata Said.