Respons Tak Pasti Demokrat dan PKS Saat NasDem Nyatakan Bakal Deklarasi Koalisi 10 November
Anies dan AHY berdiri di antara Surya Paloh terlihat diapit oleh JK dan Syaikhu. (Instagram herzakymahendra)

Bagikan:

JAKARTA - Rencana pengumuman resmi koalisi NasDem, Demokrat dan PKS masih 'abu-abu'. Meski NasDem telah mengatakan tanggal deklarasi, tapi Demokrat dan PKS justru belum secara pasti mengamini.

NasDem lewat Bendahara Umumnya, Ahmad Sahroni, membeberkan deklarasi koalisi partainya bersama Demokrat dan PKS akan digelar pada 10 November mendatang.

"Koalisi, ya, tanggal 10 November, itu," kata Sahroni saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 26 November.

Pada kesempatan itu, NasDem bahkan berencana mengumumkan calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024. Siapa kandidatnya, Sahroni enggan membeberkan lebih jauh.

Sahroni meminta agar semuanya bersabar menunggu deklarasi yang bertepatan dengan Hari Pahlawan itu. Menurutnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang akan langsung mengumumkan siapa capres jagoan partainya.

Menyikapi rencana pengumuman resmi koalisi dari NasDem, Demokrat justru belum dapat memastikan kapan tanggalnya. Wasekjen DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, partainya bersama NasDem dan PKS masih mengintensifkan komunikasi dalam mencari kesamaan titik temu untuk berkoalisi.

"Demokrat saat ini sedang intens untuk berkomunikasi dengan NasDem maupun PKS. Mudah-mudahan semakin hari ke depan, komunikasi akan mengerucut menjadi kepentingan," ujar Didik, Rabu, 28 September.

Didik mengatakan, masih banyak yang harus diharmonisasikan sesama parpol calon koalisi. "Harapan kita dari Demokrat, kita ingin juga membangun sebuah peradaban memperkuat peradaban sebelumnya bangsa ini," imbuhnya.

Menurutnya, bukan hanya terkait siapa capres yang akan diusung, tapi juga dasar perjuangan, energi dan juga semangat antar partai bakal anggota koalisi.

"Nah, kami ingin memastikan bahwa perubahan dan perbaikan ini terjadi di bangsa ini ke depan," kata Didik.

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, masyarakat pasti menunggu siapa saja capres yang akan maju di Pilpres 2024 untuk mengetahui program dan kemampuannya dalam memimpin Indonesia ke depan.

Sebab itu, Demokrat masih terus menjalin komunikasi dengan NasDem dan PKS agar bisa menemukan kesamaan dalam membangun koalisi.

"Ketiga partai ini bisa menemukan sebuah kesamaan dalam membangun game. Karena saya katakan tadi, ini bukan sekedar menetapkan capres atau cawapres, tapi game besar 2024 ini di dalam pencapresan. Ini juga berkaitan dengan kepentingan bangsa dan juga kepentingan rakyat," ujar Didik.

Senada dengan Demokrat, PKS menyebutkan pengumuman resmi koalisi akan dilakukan jika waktunya dirasa sudah tepat.



Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Aboe Bakar Al Habsyi, mengakui belum terjadi titik temu antara partainya dengan NasDem dan Demokrat. Namun, dia memastikan semuanya sudah disampaikan dengan baik, tinggal bagaimana momentumnya nanti.

"Semua sudah terbicarakan dengan baik. Tinggal kita lihat saja nanti pada momennya," ujar Aboe, Rabu, 28 September.

Aboe menyebutkan, PKS saat ini masih santai soal koalisi Pilpres 2024. Sejauh ini, kata Aboe, hubungan antara PKS dengan NasDem dan Demokrat masih baik dan terjaga. Dia bilang, penjajakan akan terus dilanjutkan sampai bertemu pada satu titik yang jelas.

"Kita jaga hubungan, semua penjajakan ke setiap yang bisa kita lakukan sampai ketemu titik temu yang jelas. (Soal koalisi) Tunggu pada waktunya kalau PKS, santai saja," kata Aboe.

Aboe menambahkan, selain hubungan baik dengan NasDem dan Demokrat, PKS juga tidak menutup kemungkinan membuka komunikasi dengan partai lain, salah satunya Golkar.

"Selama belum putus, kita masih bisa penjajakan ke semua pihak," kata Aboe.