Survei ARSC: Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi Dibanding Anies Baswedan dan Prabowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Dok. PTPP)

Bagikan:

JAKARTA - Survei terbaru Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertinggi dibanding tokoh lain seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
 
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu berada di posisi pertama sementara Anies dan Prabowo berturut-turut di posisi dua dan tiga. Hasil survei ini disampaikan Peneliti ARSC Bagus Balghi pada hari ini, Rabu, 20 Juli.
 
Ada dua simulasi yang dicatat oleh lembaga survei ini. Jika terbuka atau top of mind, pilihan publik teratas adalah Ganjar Pranowo dengan suara sebesar 22,12 persen, Anies 15,92 persen, dan Prabowo tertinggal di 8,41 persen.
 
"Jika elektabilitas lewat pertanyaan tertutup 26,69 persen publik memilih Ganjar Pranowo," kata Bagus saat merilis hasil survei secara daring, Rabu, 20 Juli.
 
Di bawah Ganjar ada nama Anies Baswedan yang dipilih 19,18 persen responden; Prabowo Subianto yang dipilih 11,18 persen responden; dan Ridwan Kamil yang dipilih 7,18 persen.
 
Kemudian ada nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 3,59 persen; Menparekraf Sandiaga Uno 3,27 persen; dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,12 persen.
 
Berikutnya, Menteri BUMN Erick Thohir 2,01 persen, Ketua DPR Puan Maharani 1,7 persen, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 1,0 persen. Nama lainnya, 4,49 persen. Sementara untuk nama lainnya dipilih 12,94 persen.
 
"Untuk yang memilih tidak tahu 12,94 persen dan tidak menjawab 5,63 persen," ujar Bagus.
 
Sementara untuk calon Wakil Presiden, nama Ganjar juga berada di peringkat pertama dengan 10,86 persen. Kemudian dilanjutkan nama Ridwan Kamil dengan persentase mencapai 9,39 persen; Anies Baswedan 7,84 persen; Airlangga Hartarto 7,35 persen.
 
 
Survei ARSC yang menangkap elektabilitas capres dan cawapres ini diikuti 1.225 responden berusia dewasa dan telah mengikuti Pemilu 2019. Pengambilan sample dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Pengumpulan data dilakukan pada 21 Juni hingga 5 Juli melalui wawancara telepon. Responden diberikan kuesioner terstruktur.