Elektabilitas Ridwan Kamil Disebut Paling Stabil di Sejumlah Survei
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Politik Firman Manan menilai dari sejumlah survei yang dirilis dalam satu bulan terakhir, menunjukkan posisi Gubernur Jabar M Ridwan Kamil paling stabil dibanding tokoh lain.

"Jadi saya pikir salah satu faktor utama, karena kepala daerah terlihat apa yang dilakukan, apalagi ketika pandemi maka publik melihat apa sih yang dilakukan," kata Firman Manan saat dihubungi melalui telepon oleh wartawan, dilansir Antara, Jumat, 27 Agustus.

Lembaga survei Indikator merilis survei nasional dengan hasil Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono dan Khofifah Indar Parawansa, menjadi nama-nama dengan elektabilitas tertinggi untuk menjadi Calon Presiden RI 2024.

Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Indikator periode 30 Juli hingga 4 Agustus 2021 menyebutkan Prabowo Subianto menjadi nama dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi 10 nama.

sebanyak 27,8 persen responden memilih Prabowo sebagai calon presiden jika Pilpres digelar saat ini.

Pada posisi kedua adalah Ganjar Pranowo dengan angka keterpilihan 21,4 persen dan posisi ketiga adalah Anies Baswedan dengan suara dari 14,8 persen responden. Ridwan Kamil berada di posisi keempat dengan raihan suara 6,9 persen.

Kemudian di bawahnya ada Sandiaga Uno dengan raihan 6,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono sebanyak 5,9 persen, kemudian 3,2 persen responden memilih Khofifah Indar Parawansa.


Menurut Firman, apabila bicara elektabilitas Ridwan Kamil yang masih berkutat di angka lima persen, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi dibanding tokoh lain.

"Yang pertama soal kinerja, kedua bisa basis partai, tapi kan Kang Emil bukan orang partai. Pak Ganjar ada keuntungan karena ada basis massa PDIP yang mendukung dia, kalau Kang Emil tidak punya," ujarnya.

Firman mengatakan dengan kenyataan seperti itu, maka stabilitas elektabilitas Ridwan Kamil terbilang luar biasa mengingat tokoh-tokoh lain rata-rata berbasis partai politik. seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, AHY, Sandiaga Uno, Puan Maharani dan Airlangga.

"Jadi cukup baik bisa bersaing dengan kompetitor yang kuat," ujar Firman Manan.