Bagikan:

MAKASSAR - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Sulawesi Selatan, M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Fatmawati Rusdi diprediksi unggul dalam debat Pilkada Makassar. Debat perdana Pilkada Makassar digelar pada Sabtu, 7 November. 

Keyakinan ini disampaikan akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf. Dia menilai pasangan Danny Pomanto-Fatmawati alias Adama sudah menguasai materi debat bertema  sosial l, budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi, dan toleransi.

Keyakinan Ibnu Fadjar ini dilandasi pengalaman Danny Pomanto sebagai wali kota Makassar periode 2014-2019. Sedangkan Fatmawati Rusdi sebelumnya pernah menjadi anggota DPR dan Ketua TP PKK Sidenreng Rappang (Sidrap).

Selain itu, menurut Ibnu Fadjar, program yang ditawarkan pasangan dengan akronim Adama merupakan penyempurnaan dan lanjutan dari program Danny Pomanto periode sebelumnya.

"Debat akan berjalan seru karena diisi oleh empat kontestan. Tentu akan menarik perhatian. Pak Danny dan Bu Fatma tak akan kesulitan, dan bisa unggul di debat kandidat. Kenapa? Karena pengalaman mereka. Program-programnya juga begitu jelas dan nyata dirasakan oleh warga," kata Ibnu dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 November.

Ibnu mengatakan, selain keunggulan karena pengalaman yang sangat mumpuni, ketokohan Danny-Fatma tidak diragukan dalam hal kepemimpinan. Hal itu menurutnya sudah ditunjukkan keduanya kala kampanye Pilkada Makassar

"Dengan progres yang kita lihat di lapangan, Pak Danny maupun Bu Fatma selalu masif menemui masyarakat. Sudah terjadwal di berbagai titik setiap harinya menyasar mulai lorong, jalur kota, hingga pulau. Ini sejalan juga dengan temuan survei yang menempatkannya terus di posisi teratas," tutur Ibnu.

Menurut Ibnu, selain akan menyita perhatian, debat Pilkada Makassar ini juga bakal memberikan pengaruh besar terhadap penilaian warga. 

"Di sini orang akan melihat mana kandidat yang betul-betul punya visi dan misi jelas. Bukan visi misi 'langit' atau mengawang," ujarnya.

Seluruh gerak-gerik setiap kandidat pun akan menjadi konsumsi publik.

"Masyarakat akan mempelajari mulai dari body language, mimik bicara, gaya komunikasi politiknya, diplomasinya dalam menjawab perdebatan secara argumentatif. Tapi, saya yakin Pak Danny Bu Fatma sudah terbiasa dengan itu, akan tenang melalui debat," katanya.