Bagikan:

MAKASSAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar menelusuri beredarnya rekaman suara diduga ASN yang meminta tenaga honorer untuk mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada Makassar.  

"Kemarin kita dapat informasi soal video itu, sekarang yang kita lakukan di Bawaslu ini kita lagi penelusuran, kita cari informasi dulu," kata Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran, Sri Wahyuni, dihubungi VOI, Kamis, 5 Oktober.

Sebelumnya, viral beredar rekaman suara dalam durasi 10 menit 22 detik melalui grup WhatsApp, Rabu 4 November. Suara tersebut diduga Sekretaris Kecamatan Ujung Tanah.

Dalam rekaman suara, dia meminta agar tenaga honorer, Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KKPS) kecamatan, petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Ujung Tanah untuk mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada Makassar.

Tidak hanya itu, orang diduga ASN ini mengaku melakukan itu dengan mengklaim perintah langsung dari pimpinannya dari camat, wali kota hingga gubernur Sulsel.

Diduga ASN itu mengancam akan memecat dan memberikan sanksi kepada tenaga honorer yang tidak melaksanakan ultimatum camat yakni mendukung calon tertentu.