Debat Pilkada Makassar: Appi-Rahman ‘Serang’ Danny Pomanto soal Label Makassar Korup, Fatmawati Beberkan Penghargaan
Paslon nomor urut 1 di Pilkada Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi

Bagikan:

MAKASSAR - Pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar nomor urut 2 Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) kini bertanya soal indeks persepsi korupsi di Makassar. Rahman Bando mempertanyakan cara paslon M Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi soal tata kelola pemerintah agar Makassar tak dilabeli dengan persepsi korupsi.

“Saya akan beri pertanyaan ke Ibu Fatma (Fatmawati Rusdi), ketika Ibu nanti terpilih wakil wali kota bagaimana ibu bisa menghindari agar Makassar tidak terlabel kota terkorup. Sebagaimana diangkat pemberitaan, berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Pak Danny,” kata Rahman Bando dalam debat Pilkada Makassar yang disiarkan YouTube KPU Makassar, Selasa, 24 November.

Calon wakil walkot Makassar Fatmawati berbicara soal implementasi reformasi birokrasi saat Danny Pomanto menjadi wali kota Makassar. 

“Buktinya 4 kali WTP, ini adalah penghargaan, begitu juga dengan predikat kota berkinerja terbaik nomor 1 di Indonesia. 2019 Pak Danny membawa Makassar mendapat penghargaan tertinggi, sehingga apa yang disampaikan paslon 2 tentang ada korupsi saya rasa ini jawabannya kita, mendapat penghargaan bukti nyata,” ujar Fatmawati. 

Sementara Danny Pomanto menjelaskan indeks persepsi korupsi dari Transparency International Indonesia (TII). Saat itu, survei IPK dilakukan dengan sampel 11 kota. 

“Pak Rahman, dulu awal saya menjabat persepsi kita 36 angka yang mengerikan. Terakhir 53 dan 53 itu angka memenuhi syarat bagaimana kita bangkit persepsi korupsi, itu luar biasa,” tegas Danny Pomanto.

Pada segmen ini, Danny Pomanto mendapat pertanyaan dari panelis soal konsep agar terhindar dari nepotisme terkait permintaan jatah proyek atau jabatan dari para pendukung bila paslon memenangkan Pilkada Makassar.  Danny Pomanto menyebut pemimpin daerah harus menghindari konflik kepentingan.

"Conflict of interest dimulai dari pemimpinnya. Pemimpin dijauhkan dari conflict of interest dari keluarga, teman. Buat sistem transparan. Saya sebelumnya konsultan kota Makassar saya meng-hold bisnis saya di Makassar, melarang mereka masuk Makassar karena saya tidak mau conflict of interest. Beri contoh, lima tahun menjadi bagian contoh baik, open dan transparansi government, kami mendapatkan penghargaan tertinggi dari Singapura,” beber Danny Pomanto dalam debat Pilkada Makassar.