Bagikan:

JAKARTA - Belarusia akan mengerahkan pasukan operasi khusus di tiga daerah dekat perbatasan selatannya dengan Ukraina, kata angkatan bersenjata pada hari Selasa ketika Presiden Alexander Lukashenko berbicara tentang peran rudal buatan Rusia dalam meningkatkan pertahanan negara itu.

Sekutu dekat Rusia, Belarusia mengatakan pada Maret lalu, angkatan bersenjatanya tidak ambil bagian dalam apa yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus" di Ukraina.

Kendati, mereka berfungsi sebagai 'landasan' peluncuran bagi Rusia untuk mengirim ribuan tentara melintasi perbatasan pada Februari 24 lalu, dalam misi yang disebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai 'operasi militer khusus'.

Minsk telah mengeluh selama berbulan-bulan tentang negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengumpulkan tentara di dekat perbatasannya, Polandia, Lituania dan Latvia semuanya adalah anggota aliansi, untuk kemudian meningkatkan jumlah dan intensitas latihan militernya sendiri sebagai reaksi.

"Amerika Serikat dan sekutunya terus membangun kehadiran militer mereka di perbatasan negara bagian Republik Belarus," kata Kepala Staf Umum Belarusia Viktor Gulevich, melansir Reuters 11 Mei.

"Pengelompokan yang mapan telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam enam bulan terakhir dalam kuantitas dan kualitas," sambungnya.

Belarus juga mengerahkan unit pertahanan udara, artileri dan rudal untuk latihan di barat, tambah Gulevich.

Sementara itu, Presiden Lukashenko mengatakan Moskow telah setuju untuk membantu Minsk memproduksi rudal yang mirip dengan Iskander, yang telah digunakan Rusia di Ukraina. Ia juga ingin Belarusi terus menggunakan sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dan S-300 buatan Rusia.

"Kami realistis, kami memahami bahwa kami tidak akan mampu mengalahkan NATO. Tetapi kami dapat menyebabkan kerusakan, terutama di wilayah-wilayah yang akan kami serang," tukasnya.