Penjual Daging Sapi di Tangerang Mogok Jualan Selama 4 Hari
Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), batal mogok. (foto: dok. antara)

Bagikan:

TANGERANG – 92 penjual daging sapi di Kota Tangerang gelar aksi mogok. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes naiknya harga daging sapi yang tinggi. Aksi mogok dilakukan hingga Jumat, 4 Maret 2022.

“Ada 92 pedagang mogok. (Jadi) semua pasar pedagang daging mogok bukan hanya di Pasar Anyar saja,” kata Direktur utama PD Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati saat dikonfirmasi, Selasa, 1 Maret.

Kata Titin, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk tidak melakukan mogok dagang. Sebab, lanjut Siti, jika para penjual daging sapi maka masyarakat akan terkena imbasnya.

“Kita sudah ngobrol sama pedagang daging untuk jangan mogok. Soalnya kasian masyarakat, nanti berimbas juga kepada penjual makanan berbahan dasar daging, sama penggilingan bakso,” tandasnya.

Kata Titin, melonjaknya harga daging sapi sudah terjadi sejak Januari 2022. Menurutnya, kenaikan harga kali ini adalah yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Januari akhir-akhirnya Rp110 ribu, terus menjadi Rp120 ribu hingga akhirnya naik lagi. Kemarin (Senin) menjadi Rp140 ribu per kilogram. Tahun lalu ada kenaikan tapi enggak sedrastis ini,” kata Titin.

 

Caption: Pedagang yang mogok berjualan di Pasar Malabar, Kota Tangerang, Selasa (1/3/2022) [Jehan/voi.id]