Australia Minta Kanye West Divaksinasi COVID-19 Sebelum Konser, PM Morrison: Itu Berlaku untuk Semua Orang
Kanye West. (Wikimedia Commons/Shahril Affandi Radzali)

Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan penyanyi hip-hop Kanye West harus sudah divaksinasi penuh COVID-19, jika ingin konser di negara itu, setelah media mengatakan artis tersebut merencanakan tur Australia Maret mendatang.

Peringatan itu datang hanya dua minggu setelah harapan superstar tenis Novak Djokovic untuk gelar Grand Slam pupus, ketika pengadilan menguatkan keputusan pemerintah untuk membatalkan visanya atas aturan COVID-19, lantaran dirinya tidak divaksinasi.

"Aturannya adalah Anda harus divaksinasi sepenuhnya," kata PM Morrison pada konferensi pers, mengutip Reuters 29 Januari.

"Itu berlaku untuk semua orang, seperti yang dilihat orang baru-baru ini. Tidak peduli siapa Anda, itu aturannya. Ikuti aturannya, Anda bisa datang. Anda tidak mengikuti aturan, Anda tidak bisa," tegasnya.

Pernyataan Morrison mengikuti laporan pada Hari Jumat di surat kabar Sydney Morning Herald, mengutip sumber-sumber industri, yang mengatakan West berencana untuk memainkan konser stadion di Australia pada Bulan Maret.

Perwakilan dari West, yang merilis album terbarunya, "Donda", pada bulan Juli, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Sementara, status vaksinasi West, kandidat presiden AS 2020, tidak diketahui.

Dalam sebuah wawancara tahun 2021 di media sosial West mengatakan, dia telah menerima satu dosis vaksin. Tetapi dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan majalah bisnis Forbes, dia menyebut mendapatkan vaksinasi sebagai 'tanda binatang'.

Untuk diketahui, Australia, salah satu negara yang paling banyak divaksinasi COVID-19, telah berjuang melawan gelombang infeksi yang eksplosif dalam sebulan terakhir yang didorong oleh varian Omicron yang menyebar cepat, dengan sekitar 2 juta kasus tercatat.

Sebelumnya, Negeri Kangguru hanya ada 400.000 kasus sejak pandemi pertama kali melanda hampir dua tahun lalu. Pada Hari Sabtu, 97 orang meninggal, setelah rekor pandemi pada Hari Jumat 98 kematian. Pejabat kesehatan di beberapa negara bagian mengatakan, bagaimanapun, bahwa penerimaan di rumah sakit tidak stabil atau menunjukkan tanda-tanda penurunan.