Diturunkan dari Pesawat Gara-gara Lepas Masker untuk Minum, Wanita Ini Gugat Maskapai Penerbangan Rp143 Miliar
Ilustrasi armada maskapai penerbangan Southwest Airlines. (Wikimedia Commons/PlanespotterA320)

Bagikan:

JAKARTA - Seorang wanita berusia 68 tahun menggugat maskapai penerbangan setelah dia diminta untuk turun dari penerbangannya, karena melepas maskernya untuk minum air.

Medora Clai Reading, yang berasal dari Florida, Amerika Serikat memilih untuk mengambil tindakan dengan mengajukan gugata terhadap maskapai penerbangan Southwest Airlines Co., sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp143.303.500.000 pada Hari Selasa.

Reading mengatakan, dia dikeluarkan dari penerbangan pada 7 Januari 2021 ke Palm Beach, Florida, dari Washington DC, setelah seorang pramugari yang berargumen dengannya lantaran menuntut ia tetap memakai masker meski ada masalah medis. Ini termasuk kondisi jantung dan gula darah rendah, yang mengharuskan dia tetap terhidrasi.

Pihak maskapai penerbangan Southwest tidak segera memberikan komentar, karena belum meninjau keluhan tersebut.

Mengutip Euronews 19 Januari, gugatan penumpang di pengadilan federal di Brooklyn berbeda dari perselisihan yang berfokus pada pelancong yang tidak mau memakai masker. Administrasi Penerbangan Federal mengatakan, awak maskapai pada tahun 2021 menyerahkan 5.981 laporan penumpang yang nakal, termasuk 4.290 insiden terkait masker.

Dalam pengaduannya, Reading mengatakan bahwa dia menawarkan untuk menunjukkan kartu pengecualian medisnya kepada petugas, tetapi mendapat jawaban, "kami tidak peduli," dan bahwa petugas itu keberatan dengan dia, kemudian menyesap air dengan berteriak: "Kamu sedang berbicara!"

Menurut Reading, seorang petugas gerbang akhirnya memerintahkannya turun dari penerbangan, ketika seorang pilot yang membuka maskernya "tertawa mengejek" saat dia keluar dengan air mata.

Dia mengatakan, polisi terdekat membantunya ke kursi dan menawarkan air, sambil berkomentar bahwa kejadian serupa "terlalu sering terjadi" dan "biasanya di Southwest."

Sementara itu, Kristina Heuser, pengacara Reading menambahkan, bahwa "pesawat penuh saksi" melihat pertemuan itu, dan beberapa mungkin telah merekamnya.

Heuser menyebut perilaku Southwest "bermusuhan dan kasar" dan mencerminkan "kekhawatiran COVID" yang seharusnya tidak mengesampingkan undang-undang federal yang melindungi orang-orang dengan cacat medis.

Gugatan Reading menuduh pelanggaran Undang-Undang Akses Operator Udara federal dan berbagai undang-undang hak sipil. Pramugari, dua petugas gerbang dan pilot, yang namanya tidak disebutkan namanya, masuk dalam gugatan yang diajukan.