Tak Perlu Operasi, Presiden Brasil Bolsonaro Sembuh dari Penyumbatan Usus Terkait Penusukan 2018
Presiden Brazil Jair Bolsonaro. (Wikimedia Commons/Beto Oliveira _ Câmara dos Deputados)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Brasil Jair Bolsonaro tidak perlu menjalani operasi setelah dirawat di rumah sakit karena gangguan usus yang kini telah sembuh, kata tim medisnya, Selasa.

Penyumbatan itu adalah komplikasi terbaru Bolsonaro dari penusukan tahun 2018. Presiden Bolsonaro kini menjalani pemulihan kondisinya.

Rumah sakit Vila Nova Star Sao Paulo mengatakan dalam sebuah buletin, Presiden Bolsonaro baik-baik saja dengan diet cair dan dokter telah melepas selang nasogastrik yang dimasukkan, ketika dia dirawat di rumah sakit pada Senin pagi.

"Saluran pencernaan presiden menunjukkan tanda-tanda pemulihan," buletin yang dikeluarkan oleh tim medisnya mengatakan, mengutip Reuters 5 Januari. Buletin itu menambahkan, masih belum ada jangka waktu untuk kepulangannya.

Keputusan untuk tidak mengoperasi Bolsonaro datang setelah dia dievaluasi kembali oleh dokternya, Antonio Macedo, yang sedang berlibur di Bahama dan tiba di Sao Paulo pada Selasa pagi.

Presiden Bolsonaro telah menjalani serangkaian operasi darurat sejak ditikam saat acara kampanye pada September 2018.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Brasil Bolsonaro mengatakan di Twitter pada Hari Senin, ia mulai merasa tidak sehat pada hari Minggu setelah makan siang. Dia sedang berlibur di negara bagian selatan Santa Catarina dan segera dibawa ke Sao Paulo dengan pesawat.

Untuk diketahui, Presiden Bolsonaro mencatat ini adalah rawat inap keduanya "dengan gejala yang sama" dalam beberapa bulan. Pada Juli 2021, ia dibawa ke Vila Nova Star karena penyumbatan usus setelah menderita cegukan kronis.

Jika tidak ada halangan, Presiden Bolsonaro yang telah berkuasa sejak 2019 dan berencana mencalonkan diri kembali sebagai presiden dalam pemungutan suara yang dijadwalkan Oktober tahun ini.