29 Juta Keluarga Miskin Telah Terbantu Program Pemulihan Pandemi COVID-19
Ilustrasi ibu kota (pantauan udara/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah melalui Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin menyebut telah membantu jutaan warga miskin di Indonesia melalui tiga program, yakni Keluarga Harapan, Kartu Sembako, dan Bansos Tunai. Pemberian bantuan itu merupakan upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Jadi untuk program Kelurga Harapan, Kartu Sembako dan Bansos Tunai sudah ada 29 juta keluarga termiskin di Indonesia atau kalau kali 4 menjadi 118 juta orang termiskin di indonesia (yang sudah dibantu)," ucap Budi dalam diskusi FMB9 yang disiarkan secara daring, Sabtu, 15 Agustus.

Selain itu, Budi juga merinci satu persatu program pemerintah tersebut. Untuk program Keluarga Harapan, diberikan kepada 10 juta keluarga miskin atau jika dikonversi menjadi 40 juta orang miskin di Indonesia.

Pada program ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp37,4 triliun. Sekitar Rp27 triliun sudah tersalurkan ke masyarakat. "Bantuan Keluarga Harapan ini berkisar Rp800 ribu sampai Rp1,2 juta per bulan," katanya

Kemudian, program selanjutnya adalah kartu sembako. Program ini disalurkan kepada 80 juta masyarakat miskin di seluruh Indonesia dengan pagu anggaran Rp43,6 trilun.

Dalam penyalurannya, kata Budi, sekitar Rp26 triliun sudah tersalurkan kepada masyarakat miskin. Bahkan, mereka yang menerima bantuan Keluarga Harapan juga medapat bantuab Kartu Sembako.

"Kira-kira 80 juta orang (penerima bantuan kartu sembako) apakah masuk yang pertama? iya, jadi ini juga mencakup orang-orang yang ada di program pertama, program keluarga harapan," ungkapnya.

Terakhir program Bansos Tunai. Pada program ini tak banyak berbeda dengan bantuan lainnya tetapi lebih difokuskan diterima oleh masyarakat yang pertama kali terdampak COVID-19.

Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp39,2 triliun dengan target menyaluarkan bantuan kepada 10,9 juta orang. "Dengan bantuan sosial yang diberikan kepada rakyat di daerah Jabodetabek dan dan non Jabodetabek yang pertama kali setelah terdampak," tandas Budi