Pemberontak Houthi Klaim Jatuhkan Drone ScanEagle Buatan Amerika Serikat di Provinsi Marib
Ilustrasi drone ScanEagle. (Wikimedia Commons/U.S. Navy/Mass Communication Specialist Seaman Patrick W. Mullen III)

Bagikan:

JAKARTA - Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman mengklaim sukses menjatuhkan pesawat mata-mata tak berawak buatan Amerika Serikat di di Provinsi Marib, Sabtu.

Juru bicara kelompok Hoithi Yahya Saree mengatakan dalam sebuah pernyataan, pertahanan udara Houthi menjatuhkan pesawat mata-mata tak berawak atau drone jenis ScanEagle buatan Amerika Serikat di Distrik al-Jubah Marib

Pesawat itu melakukan "aksi permusuhan" di daerah tersebut," sebut Saree seperti melansir Yenisafak 4 Desember.

Klaim kelompok Houthi datang hanya beberapa jam setelah koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, melakukan serangan udara terhadap lokasi kelompok pemberontak di ibu kota Sanaa.

Saree mengatakan, kelompok pemberontak Houthi telah menembak jatuh tujuh pesawat mata-mata buatan Amerika Serikat di Yaman sepanjang tahun ini. Tidak ada komentar dari pejabat AS atau pemerintah Yaman atas klaim Houthi.

drone scaneagle
Ilustrasi drone ScanEagle. (Wikimedia Commons/U.S. Navy)

 

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran telah meningkatkan serangan untuk menguasai Provinsi Marib yang kaya minyak, salah satu benteng paling penting dari pemerintah yang sah dan rumah bagi markas besar Kementerian Pertahanan Yaman.

Untuk diketahui, Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintah Yaman telah memperburuk situasi, menyebabkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sekitar 80 persen atau sekitar 30 juta jiwa populasu negara itu membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan, sementara lebih dari 13 juta jiwa dalam bahaya. kelaparan, menurut perkiraan PBB.

Semnatar, sebuah laporan PBB baru-baru ini memproyeksikan pada akhir tahun jumlah korban tewas dari konflik Yaman selama tujuh tahun akan mencapai 377.000.