Rusia, China dan India Makin Mesra, Menlu Lavrov: Kami Dukung Kerja Sama yang Berpusat pada ASEAN di Asia Pasifik
Menlu Rusia Sergei Lavrov bersama Menlu Indonesia Retno Marsudi dalam Pertemuan Virtual ASEAN - Rusia (Sumber: Kementerian Luar Negeri Indonesia)

Bagikan:

JAKARTA - Format Rusia-India-China (RIC) telah berkontribusi untuk membangun tatanan dunia multipolar dan aturan hukum internasional, dan merupakan faktor utama kebijakan global dan regional, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melaporkan dalam pertemuan daring menteri luar negeri RIC Jumat.

"Format RIC tetap menjadi salah satu faktor kunci dari kebijakan global dan regional, yang diakui dalam menjamin keamanan, meningkatkan arsitektur hubungan transnasional di kawasan Asia-Pasifik serta mempromosikan integrasi ekonomi yang luas di ruang Eurasia," jelas Menteri Lavrov mengutip TASS 27 November.

"Troika' adalah bagian integral dari proses untuk membentuk tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan demokratis dengan koordinasi PBB. Selain itu, berkontribusi untuk membangun nilai-nilai universal seperti multilateralisme, kesetaraan, dan supremasi hukum internasional di arena dunia," sambungnya.

Lavrov menekankan Rusia, India, Cina dipersatukan oleh penolakan terhadap proteksionisme perdagangan dan sanksi sepihak yang bermotivasi politik. Selain itu, mereka menolak penggunaan kekuatan dalam urusan internasional.

"Kami telah bekerja sama dalam agenda yang luas pada platform PBB dalam kerangka G20, BRICS, dan SCO. Kami mendukung mekanisme kerja sama yang berpusat pada ASEAN di kawasan Asia-Pasifik," papar Menteri Lavrov.

Menurutnya, dengan kondisi pandemi yang sedang berlangsung, sistem hubungan internasional menghadapi tantangan berat di bidang pembangunan sosial ekonomi.
"Virus itu memicu krisis dalam manajemen global. Meningkatnya pandangan proteksionis dan isolasionis telah menjadi ujian kekuatan yang serius bagi negara-negara dan asosiasi multilateral," tukasnya.

"Pertukaran pendapat hari ini tentang isu-isu paling mendesak dalam agenda internasional sangat penting di tengah meningkatnya gejolak global dan regional. Saya berharap dialog kita yang menarik akan berkontribusi pada pengembangan yang lebih lengkap dari potensi yang luas dan benar-benar strategis yang dimiliki format RIC," pungkasnya menyimpulkan.