Kirim Surat untuk Perdana Menteri Irak, Presiden Erdogan: Turki Dukung Perjuangan Melawan Teroris
PM Irak Mustafa al-Kadhimi bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Sumber: Presidency of The Republic of Turkey)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirim surat kepada Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi Rabu kemarin, di mana ia mengutuk dalam 'istilah terkuat' serangan teror di kediamannya akhir pekan lalu.

"Republik Turki bertekad untuk melanjutkan dukungan kuatnya untuk Anda dalam perjuangan berkelanjutan Anda melawan terorisme," tulis Presiden Erdogan kepada PM al-Kadhimi yang ia sebut sebagai, 'Tuan Perdana Menteri, Saudara yang Terhormat,' mengutip Yenisafak 11 November.

"Dengan sangat sedih saya mengetahui serangan teroris di kediaman Anda di Baghdad. Sekali lagi, kami akan selalu mendukung tetangga kami Irak dalam perjuangan yang adil ini (melawan terorisme)," sambung Presiden Erdogan

PM al-Kadhimi lolos tanpa cedera, ketika tiga drone militer yang membawa bahan peledak diluncurkan di rumahnya di Baghdad, Irak pada Hari Minggu. Serangan tersebut menyebabkan beberapa pengawalnya terluka.

PM Mustafa al-Kadhimi menyerukan 'tenang dan menahan diri dari semua demi Irak', setelah serangan yang terjadi di tengah protes oleh para pendukung Aliansi al-Fatah yang didukung Iran dan milisi Hashd al-Shaabi, usai pemilihan parlemen bulan lalu.

Pejabat keamanan Irak dan sumber milisi di Baghdad mengatakan, serangan pesawat tak berawak itu dilakukan oleh setidaknya satu milisi yang didukung Iran, beberapa minggu setelah kelompok pro-Iran dikalahkan dalam pemilihan yang mereka katakan dicurangi.

Tiga pesawat tak berawak digunakan dalam serangan drone di kediaman Mustafa al-Kadhimi, termasuk dua yang ditembak jatuh oleh pasukan keamanan, sementara drone ketiga menghantam kediaman tersebut, kantor berita negara INA mengutip juru bicara kementerian dalam negeri.

Guna penyelidikan, pasukan keamanan mengambil sisa-sisa pesawat tak berawak kecil yang sarat bahan peledak, kata seorang pejabat keamanan Irak yang mengetahui serangan itu kepada Reuters.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang melakukan serangan itu," terang pejabat itu dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk mengomentari rincian keamanan.